Soal Pendidikan, Harus Lebih Bijaksana

July 31, 2009 by  
Filed under Berita

Samarinda, vivaborneo.com-Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kalimantan Timur H. Syafrudin Pernyata menegaskan, pendidikan anak bukan hanya menjadi tugas berat para pendidik (guru), tetapi juga para orang tua. Sangat tidak bijaksana menurutnya, ketika seorang guru harus ‘dihakimi’, hanya karena kesalahan yang tidak terlampau berat.

“Kadang kita lupa, hanya mendidik 2 anak, orang tua hampir setiap hari memarahi anaknya, bahkan kadang, malam hari mereka baru sedih saat melihat kaki anaknya membiru karena cubitan mereka sendiri,” kata Syafrudin, saat jumpa pers di kantornya, Jumat (31/7).Mantan Karo Humas Setprop Kaltim ini mencoba memberi gambaran, betapa orang tua semestinya bisa bersikap lebih bijaksana tentang pendidikan anak. Peran para guru, jelas sangat penting. Tetapi dukungan para orang tua dalam rangka pendidikan anak pun tak kalah penting.

Setiap hari guru harus berhadapan dengan 40 siswa hingga 200 siswa dengan beragam perilaku. Sementara orang tua, hanya menghadapi 2 atau 3 anak.  Jadi, jika satu ketika guru harus menjewer muridnya karena bandel, menurut Syafrudin, secara psikologi apa yang dilakukan guru tidak seharusnya mendapat respon yang berlebihan dari para orang tua.

“Jadi harus bersinergi, antara guru dan juga orang tua. Orang tua jelas tidak mungkin mengajarkan semua materi pendidikan yang ada di sekolah, sebab itu mereka menyekolahkan anak-anak mereka. Nah, tugas guru adalah membantu mendidik, tetapi tentu tetap dengan metode-metode yang  professional,” beber Syafrudin.

Syafrudin bahkan sempat mengkritisi wartawan dalam satu pemberitaan. Misalkan, ada sekolah yang menarik dana sukarela untuk fasilitas sekolah, lalu media seringkali memvonis dengan kesimpulan beragam, hanya dengan alasan, sekolah gratis.

“Maaf, kadang sekolah memerlukan dana untuk sesuatu yang sangat penting untuk fasilitas sekolah dan tidak mungkin ditunda. Apa harus menunggu alokasi dari dana pemerintah, baru diambil langkah-langkah perbaikannya? Kita tahu, proses anggaran pemerintah kan perlu waktu,”  ungkap Syafrudin lagi.

Meski demikian, Syafrudin Pernyata tetap berharap dukungan pers, terutama dalam hal-hal informasi pendidikan dan pengawasannya. “Persoalan pendidikan harus disikapi lebih bijaksana, tetapi kontrol media harus tetap dilakukan. Harapannya, pendidikan Kaltim akan lebih maju dan masa depan anak-anak Kaltim akan lebih baik  di masa mendatang,” jelas Syafrudin, seraya mengupas pentingnya faktor-faktor pendukung lain untuk mendukung sukses pendidikan di Kaltim, antara lain, perlunya ketersediaan infrastruktur jalan, penyediaan listrik serta sarana dan prasarana pendukung pendidikan lainnya. (Vb-03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.