Situs Jejaring Sosial Geser Situs Porno

March 3, 2009 by yuli  
Filed under Hukum & Kriminal


Sebelum situs jejaringan sosial yang saat ini semakin popular, situs porno bisa dibilang jadi primadona bagi sebagian orang. Namun, memasuki tahun 2008 ini bisa dipastikan kepopuleran situs porno tergeser dengan munculnya situs jejaringan sosial seperti Facebook, MySpace dan Friendster dan jejaring sosial lainnya. Demikian penemuan terbaru seperti dilansir The Guardian baru-baru ini.

Dengan mengunjungi dan menjadi anggota pada salah satu situs jejaringan sosial seperti Facebook, mereka berfikir bahwa dengan Facebook mereka dapat berkomunikasi dengan siapapun yang sebelumnya bahkan mereka belum saling kenal. Selain itu mereka bisa mendapatkan informasi mengenai apapun.

Manfaatnya dengan Facebook anda dapat menjalin hubungan yang baik dengan teman anda dengan begitu persahabatan akan timbul dengan sendirinya. Sementara dengan bertandang ke situs porno, yang didapat hanya satu  arah, tak ada interaksi layaknya situs jejaring sosial.

Pada akhirnya situs jejaringan sosial makin hari semakin terkenal dan memudahkan popularitas situs porno. Lebih lanjut dijelaskan, situs jejaring bukan hanya sebagai media untuk berbagi, tetapi juga bisa untuk membatasi komunikasi menggunakan telepon seluler.

Celakanya, Laporan The Daily Mail menyebutkan bahwa kecanduan situs jejaring social dapat membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri terhadap dunia luar. Ini membuat cara kerja gen tubuh ikut berubah, membingungkan system kekebalan, berbagai fungsi tubuh dan merusak performa mental.

Sementara itu, Awal Januari lalu, otoritas China mengumumkan telah menutup 50 situs tambahan yang berisi porno dan kekerasan seksual/pencabulan, sehingga total situs yang telah diblokir menjadi 91 situs. Sebelumnya, pada Jum’at, China mengumumkan telah memblokir 41 situs porno dan pencabulan.

Ke-50 situs telah diblokir pada hari Sabtu, diantaranya www.789b.com dan www.678tp.cn yang sudah tidak dapat diakses. Sebelumnya, beberapa situs seperti mesin pencari Google, Baidu, Microsoft’s MSN China telah mendapat peringatan dan diperintahkan untuk menghapus daftar link [sponsor] situs dari situs mereka.

Tindakan China yang dikoordinasikan oleh Kementerian Keamanan Publik itu telah membuat Google meminta maaf secara online pada 9 Januari silam dan mengatakan siap mematuhi peraturan pemerintah Cina.(vb-01/berbagai sumber)

 

Baca juga :

  • Mengenal Lebih Dekat Balai Haor Kuning
  • Sekkab Kukar Buka Rakor Bidang Kesra
  • Gubernur:  Kaltim Tetap Komitmen Bangun Perbatasan
  • PWi Kaltim Gelar Pelatihan Jurnalistik
  • PDAM Samarinda Jalin Kerjasama Dengan PDAM Tanggerang
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

online counter