Sistem One Way Jembatan Mahakam Lancar

October 2, 2009 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Samarinda-vivaborneo.com- Pemberlakuan uji coba hari pertama jalan satu arah (one way) pada jalur Jembatan Mahakam menuju ke luar kota ternyata cukup efektif. Perjalanan dari dalam kota Samarinda menuju arah Samarinda Seberang yang bisanya macet sepanjang 2 Km dan biasanya dilalui selama 1-2 jam, pada uji coba jalan satu arah hari Kamis sore pengguna jalan dapat melalui jembatan Mahakam hanya dengan 5 menit saja.

Arus lalulintas di jembatan Mahulu

Arus lalulintas di jembatan Mahulu

Pemberlakuan satu arah ini hanya berlaku selama 2 jam saja mulai pukul 16.00 hingga 18.00 setiap harinya. Pengguna jalan dari luar Samartinda harus menggunakan jembatan Mahakam Ulu (Mahulu)  sebagai akses masuk kota Samarinda, ternyata juga berdampak bagi warga yang tinggal di Samarinda Seberang yang berada tidak jauh dari jembatan Mahakam.

Puluhan kendaraan roda dua dan empat yang tidak ingin memutar ke Jembatan Mahulu yang jaraknya puluhan kilometer, berinisiatif menunggu hingga pukul 18.00 saat jembatan Mahakam dibuka kembali dua arah.

“Lebih baik menunggu 2 jam daripada harus memutar ke jembatan Mahulu yang jaraknya puluhan kilometer. Lagian Saya juga tidak buru-buru,” ujar Rahmdi yang memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dekat jembatan Mahakam.

Sementara itu, di sector Jembatan Mahulu sebagai akses masuk ke dalam kota Samarinda terlihat lancar dan ramai dilewati pengguna jalan. Padahal biasanya jembatan ini terlihat lenggang dan hanya digunakan warga untuk bersantai di sore dan pagi hari.

Namun kemacetan sepanjang 1 Km terjadi pada titik daerah Sungai Kunjang depan PT. Hartati hingga pintu masuk perumahan Loa Bakung akibat sempitnya badan jalan.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.