Sektor Pariwisata Pengganti Sektor SDA

January 8, 2010 by admin  
Filed under Wisata

SAMARINDA-Kebudayaan dan pariwisata  mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan sektor ini terus dipersiapkan untuk mengantisipasi terhadap  pengelolaan sumber daya alam yang selama ini menjadi andalan dalam menopang pembangunan.“Pembangunan kebudayaan dan kepariwisataan merupakan upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan obyek serta daya tarik seni budaya, maka pemerintah akan terus meningkatkan upaya perbaikan serta peningkatan sarana serta fasilitas penunjang kepariwisataan itu,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak.

Komitmen Pemprov ini diwujudkan dalam pencanangan Tahun Kunjungan Wisata Kaltim dan harus diikuti pula dengan penetapan agenda-agenda  maupun kalender even penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya di kabupaten dan kota se Kaltim.

Daya tarik  seni budaya dan wisata yang merupakan kemajemukan tradisi dan budaya serta peninggalan sejarah dan purbakala, keindahan  alam, keragaman plora dan fauna menjadi andalan serta ciri khas Kaltim menjadi daerah tujuan kunjungan wisata nasional.

Kaltim masuk kedalam urutan ke sembilan daerah yang memiliki unggulan pariwisata di Indonesia. Obyek unggulan wisata tersebut yakni petualangan dan seni budaya, seperti petualangan arus deras di hulu sungai Mahakam, wisata suku pedalaman, wisata pesona  pulau Derawan, dan Erau Kota Tenggarong serta hutan Lindung Kayan Mentarang Malinau yang merupakan hutan konservasi.

Menurut gubernur sektor ini akan menjadi sektor unggulan daerah yang pada tahun lalu telah menyumbang pendapatan daerah hingga Rp 500 miliar yang berarti telah menjadi penunjang bagi peningkatan ekonomi daerah Kaltim.

Capaian hingga tahun 2009 ini untuk obyek wisata yang terindentifikasi di Kaltim sejumlah 393 obyek atau sama dengan tahun 2008 dari target 2009 sejumlah 398 obyek. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2009 sebanyak 23.768 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 1.131.906 orang.

Pendapatan daerah tahun 2009 dari kunjungan wisatawan nusantara sejumlah Rp 398,9 miliar,  sedangkan dari kunjungan wisatawan mancanegara mencapai US$  23,768  juta, Sementara  2008 pendapatan kunjungan wisatawan nusantara sebesar Rp. 291,19 miliar dan wisatawan mancanegara sebesar US$ 20,1 juta. Dengan keadaan ini berarti mengalami peningkatan untuk wisatawan nusantara sebesar 37 persen dan wisatawan mancanegara naik sebesar 18 persen.

Sedangkan pada  2008 untuk wisatawan mancanegara sebanyak 20.142 orang  atau meningkat 18 persen sedang untuk wisatawan nusantara sebanyak 808.860 orang atau meningkat 40 persen. Capaian kunjungan wisatawan nusantara sejumlah 475 ribu dari target 1,5 juta, sedangkan wisatawan mancanegara sejumlah 11 ribu dari target 25 ribu.

Ditambahkannya pula bahwa perlu adanya target kunjungan wisata yang  tinggi ke daerah-daerah  obyek wisata dan seni budaya, karena itu dibeberapa kabupaten/kota harus menetapkan  kalender event kebudayaan dan pariwisata  dilaksanakan harus tepat waktu serta  memaksimalkan potensi daerah untuk  promosi wisata.

Sebagai gambaran Kaltim memiliki potensi budaya yang meliputi 12 tempat bersejarah, delapan pemakaman, 13 monumen, tiga museum, empat situs dan 62 tempat kehidupan khas masyarakat. Untuk bidang kesenian, Kaltim memiliki 98 macam seni musik, 97 seni tari, 33 seni rupa, 32 seni sastra dan 42 seni teater.(vb-016).

Baca juga :

  • Persediaan Pupuk Bersubsidi Masih Aman
  • Penyakit Menular Seksual, buat Peserta Talkshow Bergidik
  • Di Pesisir Kalimantan Timur Masih Banyak Dihuni Monster.
  •  Guru Harus Kuasai ICT
  • Masa Tanggap Darurat Paling Vital Saat Bencana
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...
Jika ingin menampilkan gambar dalam komentar anda, silahkan daftar ke gravatar!





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

online counter