Samarinda Targetkan Konversi Mitan Selesai Agustus

August 8, 2009 by  
Filed under Berita, Samarinda

Samarinda-vivaborneo.com. Program konversi minyak tanah ke gas elpiji di Samarinda  ditargetkan  selesai akhir Agustus 2009. Beberapa warga  di Samarinda saat ini sudah mendapatkan pembagian paket kompor,  sebagian lagi masih menunggu giliran.

Menurut Kabag Perekonomian   Pemkot Samarinda M Yamin, Samarinda mendapatkan jatah pembagian paket kompor gas sebanyak 120 ribu lebih, hal itu sesuai pendataan dari mitra Pertamina, dan pihak kelurahan melalui ketua RT.

Menurutnya, tujuan program konversi tersebut  agar masyarakat dalam memasak beralih dari semula menggunakan kayu bakar maupun kompor minyak tanah beralih menggunakan kompor gas. Penggunaan kompor gas dinilai lebih praktis dan ekonomis selain itu bersih tidak kotor.

“Nantinya meskipun  minyak tanah ada dijual dipasaran, tapi sudah tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga harganya lebih mahal,” katanya.

Dikatakannya bagi yang sudah memiliki kompor gas, tentunya tidak berhak menerima bantuan paket kompor tersebut. Sedangkan pelaku  usaha kecil menengah (UKM) seperti penjual nasi goreng berhak mendapatkan paket kompor gas tersebut.

Dijelaskan, pihak Pertamina telah menyediakan  isi tabung gas 3 kg yang dijual pengecer  disejumlah kios atau toko, seperti pada pengecer minyak tanah yang berubah menjadi pengecer gas elpiji 3 kg.

Pemerintah kota Samarinda meminta kepada pihak pertamina dalam dalam mengurangi distribusi minyak tanah supaya dilakukan bertahap.

Sementara itu, Lurah Lempake,  M Ali Mansyur mengatakan, diwilayahnya sebanyak 3.100 Kepala Keluarga (KK) yang  mendapatkan jatah paket kompor gas dari program konversi minyak tanah .

“Warga Lempake hampir 80 persen selama ini memasak menggunakan kompor minyak tanah dan kayu bakar, sedangkan menggunakan kompor gas hanya sekitar 5 persen. Sehingga  penerima bantuan kompor gas, memang lebih banyak jika dibandingkan dengan kelurahan lainnya di Samarinda, bahkan ada permintaan susulan,” kata Ali Mansyur.

Ia mengusulkan, di Lempake ada depo penjualan gas elpiji 3 kg, agar warga yang membutuhkan mudah mendapatkannya, bahkan KUD Bejomu sudah siap mengelola.

“Kami siap mendukung program pemerintah konversi mitan ke gas, dengan melakukan sosialisasi secara kemasyarakat, sebab tidak mudah merubah kebiasaan warga dengan cepat, mereka biasa menggunakan kayu bakar dan minyak tanah sudah turun-temurun,” kata Ali Mansur.(*vb/02)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.