Salehuddin Kembali Duduki Kursi Ketua DPRD Kukar

May 15, 2013 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – vivaborneo.com, Salehuddin kembali duduki kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) sisa waktu 2009-2014, setelah pada Rabu (15/5) pagi diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan
Negeri Kukar H Kartim Haeruddin, pada rapat paripurna istimewa DPRD Kukar.

Pengambilan sumpah H Salehuddin tersebut merupakan implementasi dari amanat Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim nomor 171.3.2.44-4581 tahun 2013 tanggal 2 Mei 2013, tentang peresmian pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD Kukar untuk mengisi jabatan definitif.

Wakil Ketua DPRD Kukar Guntur menjelasakan bahwa pada 1 April lalu dalam rapat paripurna ke-9 DPRD Kukar, telah diumumkan dan menetapkan H Salehuddin sebagai calon ketua DPRD menggantikan Awang Yacoub Luthman untuk sisa waktu periode 2009-2014. Dilanjutkannya, keputusan  tersebut telah disampaikan kepada Bupati Kukar Rita Widyasari guna diproses lebih lanjut kepada Gubernur Kaltim untuk peresmian pengangkatan Salehuddin.

Namun Saat peresmian dan pengambilan sumpah tersebut, Awang Yacoub Luthman yang statusnya kini sebagai anggota DPRD fraksi Golkar berhalangan hadir. Menurut keterangan Bupati Kukar Rita Widyasari, Awang tak hadir karena masih dalam keadaan berduka setelah baru-baru ini ayah kandung Awang meninggal dunia.

Menanggapi pengambilan sumpah itu, Rita selaku ketua Partai Golkar Kukar mengatakan acara pengambilan sumpah H Salehuddin secara seremoni memang harus dilaksanakan, karena berdasarkan SK Gubernur Kaltim tersebut.

“Karena ini SK Gubernur, maka harus diacarakan. Acara tadi sangat khidmat, sayang pak Awang Yacoub tak datang karena memang masih berduka,” ujarnya.

Salehuddin adalah politikus Partai Golkar terkait kasus dugaan korupsi dobel anggaran dana penunjang dan operasional DPRD Kukar tahun 2005. Namun, pada 1 November 2011 Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda, Kalimantan Timur, memvonis bebas Ketua DPRD Kutai Kukar nonaktif, Salehuddin.

Saleh mengatakan saat dirinya terkait kasus korupsi itu, dia mengundurkan diri. Dijelaskannya saat pengunduran diri tersebut ia juga menyatakan akan menjabat kembali apabila tidak bersalah.

“Seharusnya pelantikan ini tak perlu dilakukan, dari segi hukum kita menang jadi otomatis bisa naik kembali (jadi ketua DPRD.red). Tapi inilah liku-liku politik yang harus kita lewati,” terangnya kepada awak pers usai paripurna istimewa tersebut.

Paripurna istimewa dengan agenda peresmian pemberhentian dan pengangkatan ketua DPRD Kukar tersebut selain dihadiri Bupati Kukar Rita Widyasari beserta unsur forum koordinasi pimpinan daerah dan para kepala instansi dilingkngan Pemkab Kukar, juga dihadiri Kepala Biro Pemerintahan Umum Setprov Kaltim Hj Ismiati mewakili Gubernur Kaltim Awang faroek Ishak, serta Ketua DPRD Kaltim  HM Mukmin Faisyal. (vb/hayru)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.