Saatnya Melindungi Kayu Ulin

August 1, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Keberadaan jenis kayu khas Kalimantan yang dikenal sebagai kayu Ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri) belakangan ini kian langka dan sulit diperoleh di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Selatan (Kalsel). Kalaupun ada harganya melambung sangat mahal dan tidak ekonomis lagi untuk setiap keperluan.

penjual cincin batu ulin

penjual cincin batu ulin

Di Kalsel berdasarkan keterangan yang ia peroleh kayu ulin tersebut, berasal dari tebangan lama di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu, serta Kabupaten Kotabaru atau wlayah pesisir Timur Kalsel.

Sementara itu, kayu ulin di Kaltim diperoleh dari pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Barat dan Kab. Kutai Timur. Selebihnya kayu ulin dipasok dari hutan pinggiran kota Samarinda.

Populasi kayu ulin di Kalimantan memang masih sangat banyak, walaupun terjadi pengurangan jumlah akibat tebangan legal dan tebangan liar yang sangat cepat pula. Kelangkaan kayu ulin di pasaran disebabkan pemerintah SBY-JK yang mencanangkan program pemberantasan illegal logging di seluruh Indonesia.

Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan. Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.

Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter sampai 120 cm, bertekstur sangat keras serta dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m.

Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, atap kayu (sirap), papan lantai, kosen pintu dan jendela, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat.

Ulin ternyata tak sekadar bernilai ekonomis tinggi dari nilai kayunya. Lebih dari itu, kayu khas hutan tropis di Kalimantan bernama latin eusideroxylon zwagery ini juga dapat dijadikan sebagai pohon obat.

Manfaat ganda kayu ulin tersebut diutarakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Menhut Ir Indriastuti MS. “Ulin termasuk jenis tanaman obat,” ungkapnya di hadapan kalangan pejabat Dinas Kehutanan Tala dan peserta Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Kelompoktani Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Rabu (16/7)di Kalsel.

Indriastuti menyebutkan, ada tiga jenis bagian dari kayu ulin yang bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan yaitu daun muda, esktrak biji, dan buahnya.

Sementara itu, bagi pengrajin batu perhiasan, ternyata kayu ulin yang telah membatu dapat diasah menjadi perhiasan yang tidak kalah dengan batu-batu yang telah dikenal.

Di Samarinda, ada pengrajin yang rajin keluar-masuk hutan untuk mencari fossil kayu ulin ini untuk diasah menjadi berbagai macam perhiasan.

Tekstur dan guratan kayu ulin lebih eksotis dibandingkan dengan batu permata, kelebihan lainnya, bahan baku batu kayu ulin mudah didapat dan lebih ringan dalam pengerjaannya,” ujar Pak Umar.

Pak Umar yang sering mengikuti setiap expo ini mengatakan bahwa harga jual hasil olahan batu kayu ulin ini juga relative lebih murah. Satu buah cincin laki-laki harganya berkisar antaara Rp. 35.000 hingga Rp. 1 juta.(vb-01/hz)

Respon Pembaca

7 Komentar untuk "Saatnya Melindungi Kayu Ulin"

  1. tika on Sun, 13th Sep 2009 7:41 am 

    apakah anda tahu berat jenis kayu ulin?dan berapa kadar air pada kayu ulin tersebut?

  2. andri on Sat, 20th Mar 2010 8:54 pm 

    seya sngat setuju. kayu ulin memang harus di jaga/dilindungi

  3. Azis on Fri, 2nd Apr 2010 12:46 am 

    Saya sangat mendukung akan pelestarian pohon ulin ini. Pohon Ulin juga mempunyai nilai ekonomi yg tinggi, dan termasuk kayu kelas atas yang indonesia miliki. Karena saat ini pohon ulin sudah langka dan sulit ditemui, bahkan warga dan penduduk kalimantan asli sekalipun sekarang banyak yg tidak tahu bagaimana bentuk pohon dan daunnya ketika masih hidup, hal ini sudah saya temukan hampir di seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, ketika saya menanyakan tentang keberadaan pohon Ulin yg masih hidup kepada warga. Maka sudah sewajarnya semua pohon Ulin yg masih hidup di hutan-hutan Kalimantan harus di jaga dan dilindungi keberadaannya. Bahkan sangat diperlukan juga untuk membudidayakannya.

    Inilah sebuah tantangan nyata bagi kita semua sebagai warga negara dan anak bangsa. Kita semua bertanggung jawab akan pelestarian pohon langka ini. Jangan sampai pohon/kayu Ulin ini hanya menjadi sebuah kenangan masa lalu saja nantinya

  4. cahyati on Wed, 26th May 2010 8:14 am 

    Miris..melihat kayu besi yang kuat ini makin langka. Pohon dialam banyak yg ditebang, ditambah permudaannya pun memerlukan waktu yang lama karena kayu keras ini dikenal dengan pertumbuhannya yang lambat. Perlu dicari cara cepat u/membesarkan jenis tumbuhan ini (tantangan utk researcher nih), meskipun sebenarnya sudah bisa dlakukan dengan kultur jaringan, tapi perlu biaya yang cukup besar. Yang sudah tahu, bagi infonya ya..trmksh

  5. aryaty eka sary on Thu, 12th Aug 2010 9:29 am 

    saya sangat kecewa dengan banyaknya perilaku@2 buruk para tangan jahil yang membabat habis smua kayu yang berpotensi besar dalam pertumbuhan ekonomi,

  6. hanif falahuddin on Mon, 4th Oct 2010 6:09 pm 

    saya salah satu petani kayu, menurut saya kurangnya pembinaan dari pemrintah apalagi bibit yang bagus sulit di dapatkan

  7. Leo on Sun, 26th Aug 2012 7:18 pm 

    Saya kecewa, kayu ulin d tempat saya sudah hampir punah…(patas-kalimantan tengah Indonesia)

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.