Rutan dan Lapas di Indonesia dihuni 140.739 Orang

September 4, 2009 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Samarinda-vivaborneo.com- Jumlah narapidana yang menghuni  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia hingga Agustus  2009 sebanyak 140.739 orang. Jumlah yang cukup mengerikan.

Andi Mattalatta

Andi Mattalatta

“Penghuni lapas dan  rutan di Indonesia saat ini mencapai 140.739 orang. Ini sangat  amat memprihatinkan,”  demikian Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)   Andi Mattalatta pada Pencanangan Program Zero Narkoba dan pada Rutan dan Lapas di Kaltim serta Peresmian Lapas Klas IIB dan Kantor Imigrasi Klas II Nunukan di Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (4/9).

Jumlah itu terdiri 83.591 narapidana (napi) dan 57.148 tahanan, dan sekitar 30 persen dari jumlah itu adalah napi dengan perkara narkotika. Dalam jumlah 36.913 orang termasuk yang berada di Kalimantan Timur.

Pada jumlah napi yang terlibat narkotika itu terdapat 70 persen merupakan pemakai yang biasa hidup di lingkungan yang dekat dengan dunia hiburan. Padahal diketahui dunia hiburan rentan terhadap tertular penyakit HIV AIDS.

Oleh karena itu Menkumham menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencanangan program zero penyalahgunaan narkoba, zero peredaran gelap narkoba dan zero penularanHIV AIDS di Lapas dan Rutan se Kaltim.

“Semoga kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang kondusif, sehat serta harmonis,” harapnya.

Sementara itu Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menambahkan bahwa propinsi Kaltim tahun 2009 ini menduduki peringkat ke 8 dari peringkat ke 7 pada tahun 2008 secara Nasional. Dan aderah yang paling dominan melakukan tindak kejahatan yang barkaitan dengan dunia narkotika yaitu kota Samarinda, Balikpapan dan Tarakan.(vb/016)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.