Runtuhnya Jembatan Kukar Dibuat Dokumenter

July 14, 2012 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com, Tragedi runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara, 26 Nopember 2011 lalu menjadi perhatian publik nasional maupun internasional. Peristiwa tersebut merupakan sebuah bencana teknologi. Agar tidak terlupakan  meskipun kisahnya cukup memilukan, mendokumentasikan tragedi  tersebut Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim akan membuat film dokumenter runtuhnya jembatan tersebut bekerjasama dengan Badan Penangulangan Bencana Nasional (BPBN). Hasil film tersebut nantinya akan disebar di seluruh provinsi di Indonesia.  

Kondisi Jembatan Kutai Kartanegara beberapa jam setelah rubuh pada tanggal 26 November 2011

“Rencana pembuatan film dokumenter musibah runtuhnya jembatan Kukar ini   sengaja kami sosialisasikan agar ada masukan-masukan masyarakat, sehingga film dukomenter tersebut lebih menarik. Meskipun tragedi ini pahit, tetapi harus didokumentasikan untuk kenangan bagi anak cuku kita,” kata Sekretaris BPBD Kaltim Sabaraji didampinggi Hartje Robert Winerungan dari BPBN pusat di  ruang rapat Kantor BPBD Kaltim, Jumat (13/7).

Dengan sosialisasi ini diharapkan, ada masukan-masukan dari para tokoh masyarakat maupun instansi terkait yang pada saat itu berada di lokasi bencana memberikan pertolongan para korban.

“Meskipun waktunya mepet akhir Juli harus selesai, kami terus berusaha mencari bahan-bahan-bahan baik dari BPBD sendiri, juga dari Basarnas  maupun insan pers,” jelasnya.

Pada sosialisasi itu, tim pembuat film dokumenter mendapat masukan-masukan dari para undangan. Umumnya mereka meminta agar durasi wawancara para korban dan  para pejabat  ditambah.

“Kami akui tim kekurangan bahan pembuatan dokumentasi, karena pada saat kejadian  terfokus menolong para korban, tetapi kami akan berusaha membuat yang terbaik,” ungkap Sabaraji. (vb).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.