Ribuan Anak dan Orang Tua Hadiri HAN 2010

July 22, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA –vivaborneo.com -  Dua ribu anak berkumpul dalam Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Kaltim di  GOR Madya Sempaja, Kamis (22/7). Anak-anak, mulai dari  anak usia pendidikan dini, Taman Kanak-Kanak hingga sekolah lanjutan atas telah berkumpul sejak pagi hari dan melakukan karnaval mengelilingi komplek Stadion Madya Sempaja. Puncak acara berlangsung di GOR Bulutangkis yang diisi dengan berbagai atraksi kesenian  dan dihadiri Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, H Sutarnyoto.Gubernur Kaltim yang sambutannya dibacakan Sutarnyoto mengatakan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2010 tingkat Kaltim ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter generasi yang berbudi, jujur, cerdas, berprestasi dan berahlak mulia.

“Momentum peringatan pada hari ini, hendaknya dapat memberikan kesadaran kepada orang tua bahwa setiap hari adalah harinya anak-anak, di mana setiap anak dapat lebih terbuka dan bebas mengekspresikan pendapat dan pandangannya tentang berbagai hal menyangkut hidupnya. Orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara, harus tetap konsisten menghormati, memenuhi dan menjamin hak-hak anak,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Panitia HAN Kaltim 2010, Hj Rustinah Rasyid menjelaskan tujuan dari HAN ini agar semua lapisan masyarakat menyadari akan pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan anak.

Peringatan HAN 2010 juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan diantaranya penghijauan di Stadion Utama Kaltim Palaran, Talk Show tentang perkembangan jiwa anak, bakti sosial ke panti asuhan dan anak jalanan, pawai sepeda hias dan seminar  dengan topic sukses menjadi anak  cerdas dan berahlak.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.