Potensi Gula Aren Menjanjikan

August 27, 2009 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Siapa sangka tanaman yang dibilang liar yakni Pohon Aren merupakan salah satu komoditi yang sangat menjanjikan di kabupaten Kutai Kartanegara. Selain menghasilkan gula merah, dan buah aren juga memiliki biji atau biji kolang kaling yang dapat dijadikan bahan tambahan segar buat penjual minuman es buah. Selain itu pohonnya juga ternyata banyak berfungsi sebagai pondasi rumah dan lainnya.

Sopiar

Sopiar

Namun pengolahan gula aren yang dilakukan masyarakat secara tradisional tersebut saat ini mulai ditinggal.
“Pengolahan gula aren menjadi gula merah ini memang salah satu potensi yang seharusnya dikembangkan oleh masyarakat Kukar, bahkan tidak hanya itu hasil produksinya juga sangat potensial di pasaaran sampai kepada hotel-hotel,” kata Sopiar Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kukar baru-baru ini di ruang kerjanya Tenggarong.

Menurut Sopiar menjelaskan potensi gula aren atau gula semut tersebut sebenarnya sudah sejak lama dikembangkan secara tradisonal oleh masyarakat Kukar terutama di Tenggarong, bahkan kita jadikan sentra pembuatan gula aren untuk memproduksi gula semut di Tenggarong. Namun lanjut Sopiar mengatakan saat ini investasi dalam pengelolaan gula aren yang kita miliki masih kurang diminati masyarakat. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor diantaranya, keterbatasaan skill, disaping itu juga masih terbatasnya aspek permodalam dan kebutuhan lainnya.

“Untuk itulah kami terus mendorong masyarakat untuk dapat mengembangkan potensi tersebut dan berinvestasi dibidang pengolahan gula aren atau gula semut. Disperindakop siap memberikan pelatihan-pelatihan  kepada masyarakat yang berminat mengembangkannya, bahkan sampai kepada permodalan, kita siap suntik permodalannnya,” ujar Sopiar, mengharapkan mudah-mudahan potensi-potensi  pohon aren ini nantinya dapat diminati masyarakat untuk berinvestasi dalam hal pengelolaannya, sebab hasil dari gula aren atau gula semut tersebut sangatlah potensial di pasaran bahkan merambah ke hotel-hotel. Demikian harap Sopiar. (hmp15)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Potensi Gula Aren Menjanjikan"

  1. Dian Kusumanto on Wed, 2nd Sep 2009 11:28 pm 

    MENJADI MILYARDER DENGAN 1 HEKTAR KEBUN AREN INTENSIF

    Oleh : Dian Kusumanto

    Menjadi milyarder? Apa mungkin? Apalagi dari kebun Aren yang selama ini nggak pernah menarik minat para investor? Apa mungkin ya? Dst…. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti akan muncul setelah Anda membaca judul tulisan ini. Milyarder artinya orang yang punya uang dengan jumlah diatas Rp 1 Milyard. Bagaimana kalau Rp 500 juta, itu juga termasuk Milyarder, tapi masih separuhnya, alias setengah Milyarder. Namun yang saya maksud ini adalah yang pertama, yaitu diatas Rp 1 Milyard, itu yang berhak disebut sebagai Milyarder.

    Apakah bisa? Lalu seberapa luas lahan kebun Aren untuk bisa mencapai penghasilan 1 Milyard? Apa Betul Cuma dengan memiliki 1 hektar kebun Aren? Bagaimana ini bisa terjadi? Pertanyaan tadi seperti memberondong kita karena rasa penasaran kita dengan judul di atas. Saya tidak bermaksud membawa Anda ‘berpanjang angan-angan’, tapi saya ingin mengajak Anda untuk membuat prospek dan potensi ini menjadi kenyataan. Bahwa kebun Aren akan dapat membawa kita kepada kejayaan, kemakmuran, mencapai kekayaan finansial, dengan mengelolanya sebagaimana mestinya.

    Gambaran kemungkinannya adalah dengan perhitungan-perhitungan demikian :

    1. Satu Hektar kebun Aren ditanam 200 pohon, dengan jarak tanam 5 x 10; atau 6 x 8 m2.

    2. Dengan pemeliharaan yang bagus, setelah 6-7 tahun seluruh pohon bisa menghasilkan dengan prosentase sadap 80 % atau sebanyak 160 pohon setiap hari.

    3. Dengan pemeliharaan yang sesuai ‘SOP kebunaren DK’ maka produktifitas nira akan mencapai 15 liter/hari/pohon.

    4. Jadi produksi nira dari kebun Aren 1 hektar adalah 160 pohon x 15 liter/r/phn = 2.400 liter/hari/hektar

    5. Nira 2.400 liter/hari ini akan diolah menjadi Gula Aren Organik (GAO), sebanyak 400 kg/hari.

    6. Jika GAO ini harga jualnya Rp 10.000 /kg, maka akan diperoleh pendapatan dari 1 hektar kebun Aren : 400 kg/hari x Rp 10.000 /kg = Rp 4 juta /hari.

    7. Pendapatan kotor Rp 4 juta /hari, atau Rp 120 juta /bulan; atau Rp 1,44 Milyard per tahun.

    8. Rp 1,44 Milyard lebih dari Rp 1 Milyard, berarti yang memperolehnya disebut Milyarder.

    Dari asumsi-asumsi di atas yang perlu dilihat adalah angka-angka itu tidaklah terlalu fantastik, atau sulit dicapai. Tidak, sama sekali tidak. Karena dalam kenyataannya banyak petani yang mencapai angka-angka diatas asumsi tadi, sebagai contoh :

    1. Produksi nira ada kebun petani yang mencapai 40 liter per pohon seperti yang saya lihat di Mambunut Nunukan. Di Soppeng Sulawesi Selatan petani banyak petani yang bisa mencapai 20 liter/pohon/hari. Sedangkan di Sulawesi Utara banyak petani mengatakan bahwa mereka bisa memperoleh nira 20-25 liter/hari/pohon.

    2. Harga Gula Aren biasa di pasaran lokal sebenarnya lebih dari Rp 10.000/kg, apalagi Gula Aren Organik (GAO) di pasaran yang lebih khusus dan harga ekspor. Untuk pasar luar negeri harga eksportir setidaknya di atas Rp 15.000 – 20.000 /kg.

    3. Jadi angka-angka untuk mencapai sebutan Milyarder itu sebenarnya tidaklah terlalu bombastis, atau mustahil untuk dicapai. Angka itu sangat mungkin dicapai kalau pengelolaan sesuai dengan ‘SOP kebunaren modern’.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.