Poltabes Samarinda Siap Amankan Pilpres 2009

June 16, 2009 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Kemampuan menghadapi demonstran menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli mendatang, semakin diasah aparat Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Samarinda melalui berbagai latihan dan simulasi. Awal Juni lalu, petugas yang berada di wilayah hukum Poltabes Samarinda kembali menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkot) jelang Pilpres di depan sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim di Jl Basuki Rahmat. Sehari sebelumnya, juga dilakukan gladi resik yang disaksikan Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Samarinda Kombes Pol A Kamil Razak.Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Samarinda Kombes Pol A Kamil Razak merasa bangga karena tim penilai dari Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim menyatakan Poltabes Samarinda sudah siap mengawal Pilpres agar berjalan aman. “Kami mengharapkan peristiwa yang menonjol tidak akan terjadi pada jalannya Pilpres kali ini. Kami juga mengharapkan masyarakat Kaltim khususnya Kota Samarinda, agar bisa bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” ungkap Kamil.
Sama seperti latihan sebelumnya, rangkaian simulasi diawali dengan apel persiapan seluruh personel Poltabes Samarinda yang ikut dalam simulasi tersebut. Simulasi kali ini tidak hanya melibatkan bintara kepolisian, namun juga melibatkan seluruh perwira pratama kepolisian yang ada di wilayah hukum Poltabes Samarinda.
Selanjutnya puluhan polisi berpakaian sipil yang diasumsikan sebagai massa mulai melakukan demontrasi di depan kantor KPUD Kaltim yang sebelumnya telah dijaga ketat sekitar 50 personel polisi.
Upaya pendekatan secara persuasif dan preventif dilakukan tim negosiator kepolisian, untuk menenangkan aksi massa yang semakin anarkis. Namun sepertinya polisi harus membubarkan massa yang tak mau tahu dengan apa yang dikatakan oleh tim.
Satu kompi Dalmas Samapta yang telah dilengkapi pakaian pelindung, helm, tameng dan rotan diterjunkan untuk memecah konsentrasi massa. Keluar dari halaman KPUD Kaltim kompi Dalmas Samapta Poltabes Samarinda, berusaha keras untuk membubarkan massa.
Lemparan puluhan gelas air mineral, mewarnai aksi berutal massa yang merasa akan dibubarkan secara paksa. Aksi penekanan yang dilakukan massa, akhirnya memaksa BKO dari Brigade Mobil (Brimob) maju.
Dengan sekali perintah, satu kompi Pasukan Anti Huru-hara (PHH) Brimob Samarinda Seberang, yang sebelumnya sudah berada di belakang pasukan pelindung, akhirnya merangsek maju untuk membubarkan massa.
Ditengah aksi saling serang yang dilakukan PHH dan Massa, terlihat peralatan PHH Brimob yang lebih mirip senjata pelontar bom, namun senjata yang nantinya digunakan PHH Brimob ini, bilamana di tembakan akan mengeluarkan air yang tekananya cukup kuat dan kencang. Dalam simulasi ini PHH Brimob juga memperagakan cara menangkap dan mengamankan provokator dengan menggunakan senapan peluru karet dan tembakan gas air mata, yang berfungsi untuk membubarkan massa.
Namun apabila aksi massa tak kunjung berakhir, maka dua unit mobil water canon yang sebelumnya telah dipersiapkan. Bergerak maju untuk membubarkan massa, dengan air yang disemprotkan dengan menggunakan selang penembak yang terletak di bagian atas mobil.
Kabag Ops Poltabes Samarinda Kompol Sigid Hariyadi SIK menambahkan, pengamanan Pilpres 2009 kali ini, sedikitnya 420 personel dari Poltabes Samarinda dan Brimob diturunkan. “Sejauh ini untuk unsur TNI, Linmas, maupun Satpol PP, sementara belum dilibatkan, karena yang kami lakukan ini merupakan pengamanan di luar dari pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujarnya.(vb-01/satreskrimpoltabessamarinda.go.id)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.