Peternakan Kaltim Kembangkan Village Breeding Center

March 6, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA-Guna mewujudkan program pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) pada 2010 di Kaltim maka  Dinas Peternakan Kaltim mengembangkan  program Village Breeding Center (VBC) atau Pusat Pembibitan Pedesaan.“Untuk mencapai percepatan swasembada daging sapi di Kaltim sedang dikembangkan program pusat pembibitan pedesaan di seluruh kabupaten dan kota se Kaltim,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Ibrahim.

Pusat Pembibitan Pedesaan atau VBC ini dikembangkan dengan memberdayakan kelompok-kelompok tani dan ternak  yang bergerak dalam bidang peternakan sapi baik penggemukan (sapi potong) maupun pembibitan yang berada pada sentra-sentra peternakan.

Sedangkan Dinas Peternakan Kaltim (DPK) dalam program ini berperan langsung sebagai pihak yang memberikan bibit sapi sebagai modal awal usaha VBC tersebut. Dan DPK tidak memberikan bantuan dalam bentuk dana segar tapi dalam bentuk hewan ternak.

Menurut dia untuk regional Kaltim, populasi, produksi  dan produktivitas sapi mengalami pertumbuhan pertahun sebesar 22,03 persen atau identik dengan pemasukan sapi bibit rata-rata 39.350 ekor.

Dan untuk mencapai indikator tersebut perlu terobosan dengan peningkatan produksi ternak sapi bibit baik milik pemerintah maupun swasta atau peternak pembibit milik petani ternak di pedesaan dengan program VBC itu.

Dengan tujuan meningkatakan produksi bibit ternak sapi pedesaan, meningkatkan kualitas, membuka lapangan pekerjaan dan usaha serta meningkatkan ketrampilan dan kemampuan peternak agar dapat mengelola bibit secara komersil.

Ditambahkannya bahwa di Kaltim program VBC sapi ini telah dikembang di semua kabupaten dan kota, namun yang menjadi sentra pengembangan saat ini terdapat di empat kabupaten seperti  Kutai Kartanegara di kecamatan Samboja, Kabupaten Paser di kecamatan Suatang Bulu.

Serta Kabupaten Penajam Paser Utara di kecamatan Saloloang dan Kabupaten Bulungan di kecamatan Tanjung Palas. Dari empat lokasi tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu Samboja, Suatang Bulu dan Tanjung Palas dikembangkan dengan pola inseminasi buatan (IB), sedangkan Saloloang  dengan pola intensifikasi kawin alam.

“Operasionalisasi pengembangan program ini dilakukan dengan kegiatan pembinaan, inseminasi buatan, intensifikasi kawin alam serta penguatan modal usaha kelompok,” ujarnya.

Dalam rangka pembinaan kelompok-kelompok pembibitan terus dilakukan sosialisasi dan dengan aksi program inbi akan adapat menumbuhkan VBC baru maupun mengembangkan yang sudah ada, sehingga peningkatan produksi tercapai baik kualitas maupun kuantitas.

Fasilitasi ataupun penguatan modal usaha kelompok sarana pembibitan ternak rakyat dengan menggunakan dana APBD Provinsi seperti Samarinda modal usaha Rp 80 juta untuk kelompok Margo Mulyo dengan jumlah ternak 45 ekor ( jantan 10 ekor dan betina 35 ekor), Kabupaten  Kutai Timur modal usaha Rp 150 juta untuk  kelompok Sumber Rezeki 30 ekor (jantan 6 ekor, batina 24 ekor), Kabupaten Paser modal usaha Rp 80 juta untuk  kelompok  Pasir Indah 78 ekor (jantan 8 ekor, betina 70 ekor) dan Kabupaten Bulungan modal usaha Rp 100 juta untuk kelompok Herodes Bilung 16 ekor (jantan).

Untuk penjaringan betina produktif  didaerah Samarinda kelompok Karya Bahagia dengan jumlah ternak sebanyak 24 ekor terdiri dari dua ekor jantan dan 22 ekor betina, serta Balikpapan kelompok Sumber Utama  sebanyak 24 ekor (dua jantan dan 22 ekor betina).(vb-016).

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.