Pesona Hutan “Perawan” Bukit Bengkirai

March 25, 2010 by  
Filed under Wisata

JIKA mendengar kata Kalimantan khususnya di Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim, pasti orang-orang terbayang akan hutan lebat dan luas. Namun, akhir-akhir ini pandangan tersebut sedikit terkikis. Pasalnya aktivitas pertambangan batu bara sudah menjamur dan tentu saja mengancam hutan yang merupakan paru-paru bumi itu.

Pepohonan besar masih bisa ditemui di wisata alam Bukit Bangkirai

Pepohonan besar masih bisa ditemui di wisata alam Bukit Bangkirai

Tetapi jangan khawatir, apabila ingin menyaksikan langsung salah satu kawasan hutan perawan yang masih ada di Kalimantan Timur, Bungkit Bangkirai dapat menjawabnya.

Bukit Bangkirai terletak di Kukar, tepatnya di UMHTI Batuampar di Kecamatan Samboja searah dengan Wanariset Samboja, sekitar 58 km dari Balikpapan.

Bukit Bangkirai merupakan  kawasan hutan hujan tropis (Tropical Rain Forest)  seluas 510 hektar. Pada tahun 1996  PT INHUTANI  mencanangkan Bukit Bengkirai sebagai wisata alam, dan pada Maret 1996 itu pula diresmikan oleh Menteri Kehutanan RI Djamaludin menjadi tujuan wisata.

Wakil Ketua Pengelola Bukit Bangkirai Thamrin mengatakan, wisata alam itu dinamakan Bukit Bangkirai karena topografi wilayahnya pada perbukitan dan ditumbuhi 40 persen  pohon dari jenis kayu Bangkirai (Shorea Laevis). Selain itu  tentu saja banyak ditumbuhi  pepohonan ciri khas hutan hujan tropis yaitu Ulin, Meranti, Kruing, bermacam jenis rotan dan masih banyak lagi. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari kecambah hingga pohon  yang tak bisa dirangkul oleh tiga orang.

“Jadi  jika  memasuki kawasan Bukit Bangkirai, pasti disuguhi dengan pepohonan besar yang menjulang seakan menggapai langit,” paparnya saat memandu rombongan photographer Humas Setkab Kukar beberapa waktu lalu.

Kawasan Bukit Bangkirai dinagun guna memenuhi minat wisata alam  terhadap keberadaan  Tropical Rain  Forest  dengan keindahan alamnya. Selain itu  untuk mendukung pengembangan wisata alam, penelitian biodiversity dan pendidikan serta pelatihan mengenai kehutanan.   Bukit bangkirai juga diguakan sebagai lokasi penelitian terhadap flora dan fauna (tumbuhan dan hewan).

Dikatakan Thamrin tidak hanya orang Indonesia, bahkan beberapa  kelompok peneliti hutan dari Jepang yaitu Kagushima dan Soido kerap datang melakukan penelitain di Bukit Bangkirai. Soido yang merupakan salah satu perusahaan alam terbesar di Jepang, tertarik akan pertumbuhan kayu Gaharu  yang juga didapatkan di Bukit Bangkirai.

Selain itu, juga terdapat kawasan hutan buatan seperti kawasan yang ditumbuhi buah-buahan khas Kalimantan dan kawasan anggrek.

TAK hanya  kawasan hutan hujan tropis (Tropical Rain Forest), wisata alam Bukit Bangkirai juga menyuguhkan Canopy Bridge atau jembatan tajuk sebagai wahana utama.

Canopy Bridge merupakan jembatan yang menghubungkan antara tajuk pohon yang satu dengan tajuk pohon yang lainnya dengan ditopang oleh kayu bangkirai yang merupakan kayu dominant yang tumbuh di wisata alam bukit bangkirai.

Wakil Ketua Pengelola Bukit Bangkirai Thamrin  mennagtakan, Canopy Bridge merupakan jembatan tajuk satu-satunya di Indonesia, dengan panjang keseluruhan 64 meter dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah.

Saat berjalan menapaki papan-papan yang dirangakai dengan anyaman tali hingga membentuk pagar pengaman di Canopy Bridge, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan dari atas,  dan jika beruntung tak jarang bisa terihat monyet bergelantungan beraktifitas di dahan pepohonan.

Selain untuk melihat jenis pepohonan dari atas, Canpoy Bridge juga berfungsi sebagai tempat penelitaian. Misalnya, meneliti berbagai jenis burung dan satwa lainnya yang terdapat dipepohonan. Misalnya beberapa waktu lalu seorang peneliti burung asal Perancis selama empat bulan menggunakan Canopy Bridge, hasilnya diketahui 113 jenis burung yang ada di Bukit bangkirai.

Sedangkan tarif untuk bisa menapaki Copy Bridge yaitu seharga Rp 15 ribu, sedangakn untuk wistawan asing Rp 30 ribu, dan buka tiap siang hari.  Tetapi jika angin melebihi 30 mil/jam, malam hari, cuaca buruk maka dengan alas an keamanan pengunjung  tak diperkenankan menapaki flatform Canopy Bridge.

“Diharapkan Canopy Bridge bisa menjadi salah satu agenda liburan anda,” harapnya.

Out Bond Hingga Cottage Tersedia di Bukit Bangkirai

JIKA jenuh dengan kebisingan kota dan stress akibat lelah bekerja, pastinya dibutuhkan suatu kondisi yang tenang dan sejuk untuk menghilangkan dua hal tersebut.

Di wisata alam Bukit Bangkirai mungkin bisa menjadi solusinya. Pasalnya selain menyediakan hutan hujan tropis yang masih perawan, di Bukit Bangkirai juga terdapat arena Out Bond dan Cottages.

Out Bond merupakan salah satu bentuk  kegiatan alam terbuka yang memfokuskan pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Wakil Ketua Pengelola Bukit Bangkirai Thamrin mengatakan, potensi hutan Bukit Bangkirai sangat cocok untuk pelaksanaan Out Bond. “Disamping dapat melakukan aktivitas membangun tim yang solid, peserta Out Bond juga bisa menikmati keindahan alamnya,” ujarnya.

Selanjutnya apa bila ingin menjauhkan diri dari kebisingan kota, di Bukit Bangkirai juga terdapat lima unit Cottages yang disewakan untuk akomodasi penginapan.

Thamrin menjelaskan, konstruksi Cottages tersebut terbuat dari kayu Ulin, dengan dinding dari kayu Bangkirai. Serta dilengkapi fasilitas-fasilitas untuk kenyamanan pengunjung seperti Toilet, AC, TV, Kulkas dan lain sebagainya.

Untuk masalah perut jangan khawtir, sekitar 50 meter dihadapan cottages terdapat Restaurant dan Food Corner. Selain itu pengunjung juga bisa menikmati Kolam Renang, dan Fasilitas Olah Raga seperti lapangan Tenis, Bulu Tangkis Bola Volley dan lain-lain.

Taman anggrek juga ada, dan anda bisa melihat koleksi anggrek hitam yang langka.

Untuk para pemuda yang hobby lintas alam dan camping, di Bukit Bangkirai juga terdapat lokasi Camping dan adventure jungle track atau jalan bertualang dihutan.

Track jalan setapak  juga berfungsi sebagai sarana pengamatan berbagai jenis burung, Rusa, Babi, Bajing Terbang dan berbagai jenis primata atau monyet.

“Saya harap Bukit Bangkirai bisa menjadi agenda pada  kalender wisata para wistawan domestic maupun manca Negara,” demikain harapnya (hmp03)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Pesona Hutan “Perawan” Bukit Bengkirai"

  1. mp cool on Tue, 23rd Aug 2011 10:30 pm 

    Pak/Ibu, minta info untuk harga sewa cottage nya per hari.
    Dan apa tersedia pemandu bagi tiap pengunjung saat memasuki area.
    Terimakasih.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.