Peringati Hari Air se Dunia dengan Persami

March 24, 2013 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA—vivaborneo.com, Tidak melulu membangun fisik dalam pengelolaan dan pelestarian air, namun kali ini melalui kampanye dan edukasi dengan konsep Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang diikuti 10 regu putra putri Pramuka tingkat penggalang atau setingkat SMP dari 10 Gudep di 10 kecamatan se Samarinda di lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai.

“Dalam pramuka, kita juga selalu diajarkan bagaimana mencintai alam, termasuk air sebagai kebutuhan pokok manusia dan mahkluk hidup di muka bumi ini. Persami Pramuka kali ini dengan tema memperingati Hari Air Sedunia tahun 2013 sangatlah bermanfaat bagi adik-adik peserta, karena nanti akan diisi materi seputar  air,” ungkap ketua Kwartir Cabang Pramuka Samarinda H Arpan Zainal dalam sambutannya pada Upacara Pembukaan Persami Pramuka, Sabtu (23/3).

Arpan mengharapkan pengetahuan yang didapat tidak hanya sampai disini, namun bisa disosialisasikan lagi ke lingkungan, baik lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan sekolah.

“Kami berterima kasih atas diselenggarakannya Persami oleh Dinas PU Kaltim bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Samarinda. Mudahan tidak sampai di sini kegiatannya yang melibatkan Pramuka, dan bukan hanya dari Dinas PU Kaltim saja, tapi yang lain kita siap bekerjasama,” tutur mantan Asisten II Setkot dan Kepala Dinas Kimbangkot Samarinda ini.

Di kesempatan itu, kepala Seksi Tata Bangunan Bidang Cipta Karya Dinas PU Kaltim Rahmad Hidayat mewakili Kadis PU Kaltim mengatakan dari kegiatan ini, tujuannya untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta tentang konsep pengelolaan dan pelestarian air.

“Selanjutnya, kita harap para peserta bisa menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk ikut menjaga dan melestarikan air,” tegasnya.

Ia menyebutkan tiga hal paling sederhana, namun berdampak besar yang bisa dilakukan adalah mulai hemat air, mengurangi pencemaran air dan menanam air hujan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Mari bersama kita peduli keselamatan air dengan peduli sanitasi dan air minum,” serunya.

Rahmad mengaku kecewa, masih banyak manusia yang berperilaku buruk terhadap air. Misalnya menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan berbagai macam limbah, termasuk buang air besar. “Hal inilah mengakibatkan fungsi dasar air sebagai sumber kehidupan menjadi terganggu dan rusak,” ucapnya.

Makanya, sebutnya materi yang disampaikan bukan hanya air bersih melainkan juga sanitasi. Bagaimana parit yang sehat, MCK sehat hingga pengelolaan sampah.
Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati tiap tanggal 22 Maret, pada tahun ini mengambil tema Tahun Kerjasama Air Internasional. (vb/smd7)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.