Percepatan Ekonomi Kaltim Harus Segera Dilakukan

October 8, 2009 by  
Filed under Berita

SAMARINDA-vivaborneo.com, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan percepatan peningkatan ekonomi  Kaltim harus  dilakukan agar Kaltim bisa segera keluar dari efek negatif krisis global yang melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Kaltim memerlukan stimulus yang jelas dan terukur untuk mendukung upaya tersebut“Upaya yang dilakukan adalah percepatan realisasi belanja APBD, terutama belanja modal, pembiayaan dunia usaha yang didukung oleh intermediasi perbankan, pengendalian inflasi daerah yang mampu menjaga daya beli masyarakat, serta perbaikan iklim usaha secara konsisten dan berkesinambungan,”  kata Awang Faroek dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan H Sulaiman Gafur SE pada acara Seminar Kaltim Economic Update di Lamin Etam, Selasa (6/10).

Krisis ekonomi dunia yang terjadi sejak pertengahan 2008 lalu memberi implikasi negatif  terhadap kinerja perekonomian Kaltim. Hal ini bisa dilihat dari perlambatan ekonomi sejak triwulan III 2008 dan kontraksi ekonomi pada triwulan I 2009 (-1,44%) serta triwulan II (-1,06%).

Perlambatan ekonomi Kaltim sangat mungkin terjadi karena pengaruh ekonomi Kaltim yang sangat bergantung pada komponen net ekspor (52,8%). Kondisi ini sangat rentan terhadap gejolak ekonomi global. Krisis ekonomi dunia yang terjadi menciptakan tekanan likuiditas global terhadap likuiditas ekonomi domestik. Akibatnya, terjadi kontraksi tajam pada triwulan II 2009 yang kemudian menciptakan perlambatan, bahkan penyusutan ekonomi  Kaltim.

Untuk menghindari terjadinya perlambatan ekonomi yang berkepanjangan, maka perlu diambil langkah-langkah cepat dan terukur untuk membangun tatanan ekonomi Kaltim. Program-program yang disusun seperti revitalisasi pertanian yang mungkin memacu penyerapan tenaga kerja lokal, menciptakan iklim investasi yang kondusif dan membangun regulasi yang menjamin kemudahan berusaha dan berinvestasi menjadi program-program yang harus dikedepankan, selain upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

“Tak kalah penting adalah pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan insentif kewirausahaan, dan akses bagi usaha-usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) serta sektor riil lainnya. Demikian juga dengan pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara optimal berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Awang.

Penguatan ekonomi Kaltim juga akan dilakukan dengan terus mengembangkan kerjasama ekonomi, perdagangan, pariwisata dan investasi dengan negara-negara potensial seperti di lingkup ASEAN dengan BIMP-EAGA,  kawasan Asia Selatan   dan Timur Tengah.

Khusus untuk investasi, Pemprov Kaltim akan berusaha membantu dan memfasilitasi para investor , baik investor dalam negeri maupun investor dari luar negeri dengan cara memberi kemudahan perijinan, kepastian hukum, keamanan, dan kenyamanan berusaha.  (vb/03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.