Pengunjung Museum Mulawarman 103.432 orang

April 18, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com -Total kunjungan wisata khusus ke Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara pada 2009 mencapai 103.432 orang atau mengalami peningkatan 18.374 orang dari tahun 2008 yang hanya 85.058 pengunjung. Jumlah kunjungan biasanya meningkat pada awal tahun, masa libur sekolah dan ketika ada pesta adat Erau.Museum ini merupakan salah satu museum kebanggaan masyarakat Kaltim yang menyimpan sejarah perjalanan Kerajaan Kutai Kartanegara, disamping beberapa kerajaan lainnya seperti Kesultanan Bulungan di Kabupaten Bulungan, Kerajaan Berau, Gunung Tabur dan Sambaliung di Kabupaten Berau, serta Kerajaan Sadurangas di Kabupaten Paser.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Kaltim, Firminus Kunum dengan terbitnya Peraturan daerah No. 8 tahun 2009, Museum ini pengelolaannya dipercayakan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Negeri Mulawarman dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kaltim.

Museum ini pada tahun 2009 mendapat kunjungan sebanyak 103.432 orang atau rata-rata 283 orang per hari. Dari jumlah ini wisatawan domestik dewasa sebanyak 71.702 orang dan anak-anak 31.525 orang. Sementara itu, wisatawan mancanegara yang berkunjung selama 2009, dewasa 200 orang dan anak-anak 5 orang.

Sejarah berdirinya UPTD Museum Mulawarman ini tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah nasional dan berdirinya Daerah Tingkat II Kutai. Dengan diberlakukannya Undang-Undang No.17 1957 tetang penghapusan kekuasaan Daerah Swapraja Kutai Kartanegara maka Kesultanan Kutai Kartanegara tidak berkuasa lagi.

Ketentuan ini menyatakan bahwa semua benda milik pribadi atau warisan kerabat Kesultanan dikembalikan kepada pemiliknya, sedangkan benda milik Kerajaan menjadi milik Negara. Sebagai kompensasi, Pemerintah Pusat melalui Pemprov Kaltim menyerahkan uang sebesar Rp.64.000.000 kepada Kesultanan Kutai dan Museum ini diserahkan ke Pemprov Kaltim.

Museum Mulawarman menyimpan koleksi sebanyak 5.373 buah yang terdiri dari klasifikasi Geologika sebanyak 55 buah, Biologika 155, Etnografika 2.037, Arkeologi 43 buah, Historika 1.295 buah, Numismatika atau Heraldika 880 buah, Filologika 31 buah, Keramologika 581 buah, Seni Rupa 197 buah dan Teknologika 99 buah. Jika dilihat, secara garis besar koleksi yang dimiliki Museum Mulawarman terdiri atas tiga golongan yakni kebudayaan istana, pedalaman, dan pesisir atau pantai. Ketiga golongan ini merupakan khasanah budaya Kaltim yang tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Bangunan induk Museum Mulawarman merupakan bekas Keraton Kutai Kartanegara yang dibangun oleh Holland Beton Matscappy (HBM) tahun 1935, dengan luas 35.100 meter persegi yang diantaranya terdiri dari Gedung Induk 2.270 m2, kompleks makam 1.600 m2, dan ruang pameran temporer seluas 120 m2.

Namun dalam waktu yng tidak lama lagi, seluruh koleksi museum ini akan dipindahkan ke gedung baru yang berada di sisi kanan dengan bangunan berlantai tiga. Sedangkan gedung lama museum ini akan difungsikan kembali sebagai tempat tinggal kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara. Dibangunan baru yang menelan dana Rp25,583 miliar diharapkan kunjungan ke museum dapat lebih meningkat lagi. Untuk itu, diperlukan inovasi dan berbagai inisiatif dalam menggelar acara rutin dilingkungan museum.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.