Pemerintah Tantang Civitas Akademika Kembangkan Riset Pertanian

July 1, 2009 by  
Filed under Berita

Samarinda-vivaborneo.com- Seketaris Menteri Pertanian, Dr. Abdul Munif, M.Sc menyatakan berani menantang civitas akademika (mahasiswa dan dosen) dalam pengembangan riset dan teknologi pangan yang berbasis bahan baku lokal, pekan lalu di Kampus Universitas Mulawarman Samarinda (25/6). Abdul Munif menambahkan UU. perlindungan lahan dan sawah akan segera disyahkan. Ia menganggap hal ini dilakukan agar pengalihan aloh fungsi lahan pertanian tidak akan terjadi lagi. “Saya menantang civitas akademika, dalam hal kesejahteraan rakyat pedesaan akan semakin terwujud”, ujarnya, dalam Seminar Nasional Pangan, di Gedung Bundar Faperta Unmul. “Dalam mewujudkan revitaslisai Departemen Pertanian (Deptan) dihadapkan pada peralihan alih fungsi lahan pertanian kepada pertambangan. Oleh karena itu akan segera disyahkan UU perlindungan lahan dan sawah sehingga pengalihan tidak akan terjadi lagi untuk menunjangan pertanian yang berkelanjutan”,ujarnya lagi. Ditempat yang sama, Dosen Faperta Unmul, Dr.Ir Krishna Purnawan Candra,MS menambahkan strategi revitalisasi ketahanan pangan bukan hanya fokus kepada meningkatkan produktivitas suatu komoditi akan tetapi juga perlu perbaikan menyeluruh. “Perbaikan menyeluruh dari sistem pertanian yang dipraktekkan mulai penggunaan benih yang baik,teknik budidaya,penanganan pasca panen serta pengolahan yang baik”. katanya. Acara ini dihadiri 250 peserta, dipandu moderator Dr.Ir E.A.Syaifuddin,MP dengan tiga nara sumber, yaitu, Dr.Abdul Munif,M.Sc (Sekretaris Menteri Pertanian RI), Drs.H.S.Sjafran (Kepala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Kaltim), dan Dosen Faperta Unmul, Dr.Ir Krishna Purnawan Candra , MS.(vb-08/Rahman)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.