Peluang Investasi Kaltim Terbuka

November 18, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

SAMARINDA – Peluang investasi di Kalimantan Timur masih sangat terbuka, khususnya  potensi investasi pangan  (pertanian dalam arti luas) dan potensi investasi sektor energi. Demikian disampaikan Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim H Nusyirwan Ismail, di ruang kerjanya, Senin (16/11).
Peluang investasi sektor pertanian,   diantaranya potensi pertanian buah dan sayur. Kemudian peternakan, seperti penggemukan sapi dan peternakan ayam potong.
”Pengalengan nenas di Balikpapan dan Kutai Kartanegera memiliki peluang investasi yang besar. Dari investasi ini, potensi serapan tenaga kerjanya pun sangat besar,” kata Nusyirwan Ismail .

H Nusyirwan Ismail

H Nusyirwan Ismail

Potensi lain yang sangat mungkin dikembangkan adalah perkebunan sawit yang saat ini luasan tanamnya sudah mencapai setengah juta hektare. Sementara program Pemprov Kaltim adalah satu juta hektare.  Proyeksi ke depan, Pemprov Kaltim telah menyiapkan kawasan Maloy di Kutai Timur sebagai kawasan industri hilir pengembangan indutri sawit.

“Selain sawit, peluang  investasi juga ada di perkebunan karet dan coklat.  Secara umum karet akan terus menjadi konsumsi dunia dengan harga yang sangat baik,” ungkap mantan Kadisperindagkop itu.

Dari sektor perikanan dan kelautan, Kaltim juga masih sangat terbuka peluang investasinya. Misal  saat ini, selain mampu menjadi eksportir udang beku ke sejumlah negara, Kaltim juga telah membuat produk udang siap saji dalam kemasan. Menurut Nusyirwan, ini adalah terobosan yang sangat baik dan layak dikembangkan. Sektor kehutanan pun tak kalah potensial dengan pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk kebutuhan pulping (pulp) dan pemanfaatan resources non timber.

“Dari hutan ini, peluang investasi masih tak kalah menariknya, yakni wisata ekonomi kehutanan atau jungle tourisme,” imbuhnya.

LISTRIK
Tentang potensi investasi sektor energi, Nusyirwan menjelaskan data konsumsi listrik dari sistem interkoneksi Mahakam (Samarinda-Balikpapan-Kutai Kartanegara) yang masih membutuhkan 600 mega watt (MW) hingga 2015 nanti. Pada program nasional tahap II, hasil lobi Gubernur H Awang Faroek Ishak ke pusat,  Kaltim akan mendapatkan dukungan sebesar 2 x 100 MW yang akan ditangani oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Sementara untuk menutup kekurangan pasokan listrik itu, Nusyirwan memaparkan agar swasta, seperti PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK) melakukan penambahan 1 x 50 MW ditambah 1 x 100 MW.

“Pihak swasta dalam hal ini CFK, menurut saya juga bisa melakukan kerjasama dengan swasta lain untuk mempercepat  pencapaian itu. Sehingga peluang investasi sektor energi ini memang masih sangat terbuka,” jelasnya.

Nusyirwan menambahkan, kebutuhan listrik tidak hanya ada di sektor Mahakam, tetapi kawaswan utara seperti Nunukan, Tarakan dan Malinau juga membutuhkan investasi sektor ini dalam jangka panjang nantinya, sehingga peluang investasi sektor ini memang masih sangat besar.

Di samping investasi energi dan pangan, investasi lain yang juga menjadi pendukung segala investasi di Kaltim adalah investasi l bidang infrastruktur. Menurut Nusyirwan, kebutuhan infrastruktur di Kaltim yang demikian luas, tentu tidak akan bisa segera dituntaskan melalui anggaran daerah maupun anggaran nasional. Oleh sebab itu, ke depan sangat dimungkinkan untuk kerjasama dengan swasta untuk pembangunan dan pengelolaan infrastruktur. (vb-03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.