PDRB Kaltim Sepanjang 2011 Sebesar Rp390,6 Triliun

February 7, 2012 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim tahun 2011 secara kumulatif mencapai angka Rp390,6 triliun. Angka ini merupakan bentukan dari dua komponen yaitu migas dan non migas. Sehingga,  angka PDRB kelompok minyak dan gas (migas) sebesar Rp241,4 triliun dan komponen non migas sebesar Rp149,2 triliun.Dari Rp390,6 triliun yang disetor Pemprov Kaltim ke Pusat, yang dikembalikan ke Daerah dalam bentuk APBD hanya sebesar Rp10,2 triliun saja. Sehingga Kaltim terus berjuang untuk menuntut keadilan ke Pemerintah Pusat ,elalui Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.

Demikian hasil rilis triwulan terakhir PDRB Kaltim yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, di Samarinda, Senin (6/2).

Kepala BPS Kaltim, H Johny Anwar menjelaskan perekonomian Kaltim berdasarkan besaran PDRB atas harga berlaku pada triwulan IV Oktober-Desember 2011 tercatat Rp103,8 triliun dengan migas atau Rp67,2 triliun tanpa komponen migas.

“Laju pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2011 tercatat 3,93 persen lebih lambat dibanding kondisi tahun 2010 sebesar 5,04 persen. Namun jika ditinjau dari laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas, tahun 2011 tumbuh sebesar 11,79 persen lebih tinggi disbanding tahun 2010 sebesar 11,46 persen,” jelasnya.

Dijelaskan Johny Anwar, hampir semua sektor ekonomi di Kaltim pada triwulan IV mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, kecuali sektor pertanian dan industri pengolahan yang terkoreksi, masing-masing sebesar negatif 0,57 persen dan negatif  2,00 persen.

“Langkah yang diambil Pemprov Kaltim dalam meletakkan dasar pembangunan berbasis pertanian dan olechemical sudah sangat tepat untuk mengantisipasi habisnya SDA mineral seperti mgas dan batubara,” ujarnya.(vb/yul)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.