Para Ibu Diajak Cegah Kanker Sejak Dini

October 14, 2009 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – vivaborneo.com - Tingginya kasus penyakit kanker di Indonesia membuat penyakit ini harus mendapat perhatian dan pemahaman yang lebih serius dari pemerintah dan masyarakat.Terkait hal itu, Biro Sosial Setda Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kaltim melakukan Sosialisasi Penanggulangan Kanker Secara Dini kepada  200 an ibu-ibu dari kelompok PKK, Dharma Wanita, pengeajian , dan sejumlah mahasiswa di Ruang  Serbaguna Kantor Gubernur , Rabu (14/10).

Wakil Ketua Yayasan Kanker Cabang Kaltim, Titi Suhartini menjelaskan bahwa kanker leher rahim (servik) menempati urutan pertama sebagai penyakit pembunuh dan diurutan ke dua adalah kanker  payudara. “Di Kaltim kanker tenggorokan juga  menjadi kasus yang menghkawatirkan,” ujar Titi.

Sementara itu, dr. Montessory, ahli kandungan dan genekologi, yang menjadi pembicara kedua memaparkan secara jelas tentang kanker leher rahim dan kanker payudara. Kanker dapat disembuhkan asal masih dalam stadium yang dini, untuk itu pentingnya pemeriksaan rutin dan berkala  bagi semua ancaman kanker.

“Sayangnya, kebanyakan penderita kanker dating berobat dalam keadaan stadium lanjutan atau stadium III, sehingga sudah sulit untuk disembuhkan,” ujarnya.

Salah satu cara yang paling efektif untuk memeriksa kanker rahim adalah dengan memeriksakan diri dengan tehnik pap smear, yaitu pengambilan sampel cairan di mulut rahim untuk diteliti di laboratorium.  Untuk pemeriksaan kanker payudara, lanjut montessory dapat dilakukan sendiri  dengan meraba  ada tidaknya benjolan disekitar payudara, khususnya bagian disekitar ketiak.

Pembicara lainnya, dr. Darwis Toena,  spesialis kulit dan kelamin memaparkan secara gambling jenis-jenis kanker yang dapat menyerang manusia. Selain kanker mulut rahim, kanker payudara, kanker tenggorokan, kanker prostat dan usus, terdapat juga bermacam-macam kanker jinak yang sering tanpa sengaja hinggap di tubuh, seperti benjolan bekas luka jahitan, bintik-bintik merah, tahi lalat dan kanker kulit akibat gangguan sinar matahari.

“Sinar matahari yang terlalu terik sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan kanker kulit dan gangguan lainnya. Sebaiknya beraktivitas sebelum jam 10 pagi dan sesudah pukul 16 sore,” ujarnya. (vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.