Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, Hadirkan Ki Dalang Warseno Sleng

October 1, 2012 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG – vivaborneo.com, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka memperingati hari jadi kota Tenggarong ke-230 tahun berbagai kegiatan digelar di ibu kota Kukar ini, salah satunya pertunjukan rakyat kesenian dan wayang kulit Ki Dalang Warseno Sleng yang akan mengangkat cerita “Wahyu Panunggal Sejati”.  Dengan tema Semangat Persatuan dan Kesatuan Kita Tingkatkan Ketahanan Nasional yang dilaksanakan dialun-alun lapangan Kantor Bupati Kukar Tenggarong, Sabtu (29/9) malam.

Pagelaran wayang kulit yang digelar semalam suntuk itu, dihadiri Bupati Rita Widyasari, Ketua DPRD Awang Yacoub, Kejari Tenggarong Riwayadi, Wabup Ghufron Yusuf, mantan Sekda HAPM Haryanto Bachroel serta pejabat Kukar lainnya. Dan juga dihadir Staf Ahli Kemenkominfo RI Bidang Ekonomi Prawoto.

Ratusan pengunjung yang didominasi etnis jawa maupun etnis lainnya di Kukar berbaur menjadi satu pada malam pagelaran tersebut, mereka hadir dan nampak terhibur saat menyaksikan pertunjukan awal acara yang dibawakan para seniman dari Forum Kominikasi Media Tradisional (FK-Mitra) Tenggarong, bibawa asuhan mantan Sekda Haryanto Bachroel.

Penampilan FK-Mitra ini yang menampilkan tarsul, musik pembuka umbul-umbul, tari jawa, tari bugis, tari dayak, teater komedi serta lagu-lagu daerah, tidak hanya menghibur para pengunjung namun sejumlah pejabat yang hadir juga turut terhibur menyaksikan penampilan para seniman Kukar.

Rita Widyasari, mengatakan penanaman nilai-nila luhur di dalam pewayangan yang disampaikan Ki Dalang adalah dimaksudkan untuk memberikan pesan moral dan jiwa luhur yang akan tertanam, serta berorentasi mutlak terhadap diri dan perbaikan masyarakat secara keseluruhan dan terus menerus bagi generasi-generasi penerus bangsa.

Manusia bisa secara keseluruhan lebih berbudaya, bertata yang sesuai dengan nilai-nilai luhur ketuhanan dan kemanusian yang luhur. Seperti apa yang disampaikan Bapak Prawoto bahwa Kemenkominfo mempunyai cara bagaimana menyampaiakan komunikasi dan informasi kepada masyarakat dengan melalui pewayangan,” ujarnya.

Rita juga mengatakan bahwa wayang bisa menjadi salah satu media untuk menyampaiakan sesuatu hal, selain bahasanya yang mudah dipahami dan cepat ditangkap oleh khalayak khususnya masyarakat jawa. Untuk itu melalui pagelaran malam ini sangat mengapresiasi penuh kerjasama yang baik dengan Pemkab Kukar dan Kemenkominfo dan mudah-mudahan kerjasa ini terus berlanjut,” seruhnya.

Diakhir sambutannya Rita menambahkan, bahwa globalisasi membawah angin perubahan terhadap kehidupan bangsa dan negara yang berpijak pada budaya Pancasila, dengan perubahan global ini maka harus siap menghadapi kekuatan global yang semakin berkembang.

Seperti dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika “Berbeda-beda Tetap Satu Juga” artinya pengakuan terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia adalah akulturasi budaya yang harus tetap melekat dan dipertahankan dalam diri dan pikiran bangsa Indonesia. Dan jangan sampai luntur dan terkikis dengan pengaruh globalisasi.

“Saya berharap budaya Indonesia, contohnya seperti wayang yang ada dari jaman dulu hingga sekarang harus dipertahankan karena kalau bukan kita yang melestarikan dan membanggakannya siapa lagi kalau bukan bangsa Indonbesia, sebagai warisan untuk anak cucu kita kedepan” harap Rita. (vb/rahman)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.