Merebahkan Tiang Ayu, Erau Berakhir

August 3, 2009 by  
Filed under Erau

Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura secara resmi mengakhiri pelaksanaan pesta adat Erau 2009, Senin (3/8), lewat upacara Merebahkan Ayu. Upacara adat yang berlangsung khidmat dan sederhana itu digelar di Keraton Kutai Kartanegara atau Museum Mulawarman, Tenggarong.Prosesi Merebahkan Ayu itu dilakukan oleh 4 orang kerabat Keraton, termasuk didalamnya adalah 3 orang putra Sultan Kutai. Mereka adalah Putra Mahkota HAP Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat, Adji Pangeran Hario Soerya Adi Kesuma dan Adji Pangeran Hario Soerya Adi Nata, serta APHK Poeger.  Disaksikan oleh Sultan Kutai H Adji Mohammad Salehoeddin II bersama para kerabat Keraton.

Lalu dilanjutkan dengan pemberian tempong tawar oleh pimpinan Dewa Bini Arbaenah (81) pertama-tama kepada Sultan Mohammad Salehoeddin II lalu Putra Mahkota serta kerabat keraton lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan do`a selamat yang dipimpin oleh seorang kerabat Keraton tanda rasa syukur kepada Tuhan yann maha Esa bahwa Erau berlangsung sukses.

Usai melaksanakan upacara Merebahkan Ayu, seluruh kerabat Keraton mulai dari panitia, petugas adat, Belian dan Dewa hingga pasukan Kesultanan, menghaturkan sembah dan menyalami Sultan Kutai bersama ketiga putranya.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Keraton yang juga Sekretaris Kabupaten  Kukar HAPM Haryanto Bachroel, Asisten IV  Setkab Kukar Ruznie Oms dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar HM Idrus.

“Dengan dilaksanakannya Merebahkan Ayu, maka Erau Adat Keraton Kutai Kartanegara resmi berakhir,” ujar HAPM Haryanto Bachroel saat ditemui usai acara tersebut.

Bachroel juga bersyukur karena pelaksanaan Erau 2009 berjalan lancar dan sukses. Ia juga berterimakasih  kepada pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Erau tersebut. Diantaranya kepada Pemprov Kaltim, Pemkab Kukar, perusahaan-persusahaan, serta seluruh masyarakat Kaltim dan Kukar khususnya.
“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pesta adat Erau ini,” pungkasnya.

Beras Tambak Karang  berwarna-warni  yang digunakan sebagai pelengkap berbagai upacara adat sakral keraton yang dipercaya membawa berkah menjadi sasaran rebutan  para abdi kesultanan usai acara selesai. (hmp03)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.