Memprihatinkan, Rumah Sakit di Kaltim Hanya Miliki Empat Psikiater

April 1, 2010 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa ini hanya memiliki empat orang tenaga psikiater atau ahli spesialis kejiwaan, itupun salah seorang diantaranya telah memasuki masa pensiun.“Cukup memprihatinkan bagi Kaltim yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan dengan jumlah penduduk sebanyak 3 juta jiwa ini, namun hanya memiliki empat orang psikiater itupun seorang diantaranya telah pensiun,” kata Direktur RS Atma Husada Mahakam Samarinda H Ardiansyah, didampingi Bagian Pelayanan Medis dr Sofianita dan dr Deni Jafri.

Ketiga  psikiater itupun keberadaanya terpisah, seperti di Samarinda, Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kota Tarakan. Padahal lanjutnya, idealnya untuk RS type A seperti RS Atma Husada ini minimal perlu tenaga psikiater sebanyak tujuh orang, begitupula halnya untuk kabupaten dan kota minimal masing-masing daerah memiliki satu orang.

Terhadap keadaan  di Kaltim, hal ini cukup memprihatinkan. Bagaimana mungkin tiga orang psikiater tersebut mampu memberikan pelayanan kesehatan terhadap kejiwaan warga Kaltim sebanyak itu.

Padahal keberadaan mereka sangat penting bagi masyarakat untuk dapat  memberikan pelayan kesehatan kejiwaan. Karena kondisi sekarang, dimana  setiap orang mudah mengalami gangguan kejiwaanya, terutama yang hanya bersifat ringan seperti gangguan cemas, gangguan tidur, maupun gejala kejiwaan terhadap anak dengan Autisme maupun Hiperaktif, serta kebiasaan lainnya yang merupakan gangguan bagi kondisi orang normal.

Apabila  kondisi kejiwaan orang tersebut dibiarkan tanpa dilakukan pemeriksaan melalui pelayanan kesehatan kejiwaan dari ahlinya, maka gejala ringan ini akan menjadi gangguan kejiwaan berat. Untuk diketahui hasil riset Kementerian Kesehatan, dari tiga juta warga Kaltim yang berusia 15 tahun keatas sekitar 200 ribu jiwa terindikasi mengalami gangguan jiwa.

“Kondisi ini perlu diantisipasi dari pemerintah serta seluruh stakeholder di daerah untuk dilakukan penambahan tenaga psikiater ini. Bahkan RS Atma Husada pernah membuka peluang bagi psikiater untuk mengisi formasi di RS ini, namun hingga saat ini tidak ada yang masuk,” jelasnya.

Oleh karenanya,  untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kejiwaan di masyarakat, pihak RS Atma Husada melakukan pelayanan kunjungan secara rutin dan bergilir ke RS kabupaten dan kota hingga ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang  di kecamatan-kecamatan.

Bahkan untuk lebih memudahkan jangkauan dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat telah dicanangkan Desa Siaga Sehat Jiwa. Sesuai dengan program Kementerian Kesehatan  untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

“Saat ini Puskesmas Palaran menjadi pilot project untuk Desa Siaga Sehat Jiwa, selain itu dilakukan kunjungan kerumah-rumah (home visit), serta pengkaderan untuk pelaporan maupun antisipasi awal melalui pos yandu,” tambahnya.(vb-008)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.