Masyarakat Miskinpun Berhak Dapatkan Layanan Kesehatan

February 23, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membuka Rapat Koordinasi Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Se Kaltim di ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim Senin (21/02). Dalam acara ini juga ditandatangani Letter of Intent (LoI) antara Pemprov Kaltim dan universitas Adelaide Australia dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manuasia bidang kesehatan.Gubernur mengatakan setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya, termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

“Derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 26,9 per 1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidup serta Umur Harapan Hidup 70,5 Tahun (BPS 2007)” ujarnya.

Alokasi anggaran melalui anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Provinsi Kaltim untuk mendukung program Jamkesmas yang dilaksanakan secara nasional pada tahun 2005 sebesar Rp.18 milyar, tahun 2006 sebesar Rp21 milyar, tahun 2007 Rp25 milyar, tahun 2008 sebesar Rp25 milyar, Tahun 2009 Rp25 milyar.

“Untuk tahun 2010 ini Saya tidak mau anggran tahun ini lebih kecil dari tahun sebelumnya. Bahkan kalau bisa Rp50 milyar atau harus dua kali lipat dari tahun lalu,” ujarnya.

Pada kesempatan  ini juga ditandatangani Letter of Intent (LoI) antara Pemprov Kaltim dan Universitas Adelaide Australia untuk meningkatkan kemampuan tenaga dalam rangka mengembangkan sistem pembiayaan kesehatan di Kaltim, khususnya sistem pembiayaan untuk pelayanan  kesehatan kepada keluarga miskin.

”Dengan pelatihan tersebut, pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan dan kesehatan yang dilakukan oleh manajer kesehatan dapat ditingkatkan. Selain itu, kita juga sedang mejajaki kerjasama yang lebih luas lagi dengan Adelaide University Australia untuk mengembangkan berbagai program inovatif di bidang kesehatan termasuk menindaklanjuti program pengembangan sistem pembiayaan kesehatan kepada keluarga miskin dan tidak mampu,” ujarnya.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.