Masyarakat Dihimbau Tenang Hadapi Virus H1N1

July 7, 2009 by  
Filed under Berita

Samarinda-Vivaborneo.com- Merebaknya kasus flu H1N1 atau yang lebih di kenal dengan flu babi di Balikpapan, Kalimantan Timur sejak awal Juli lalu, membuat Pemprov Kaltim segera mengambil langkah-langkah antisipasi dengan melakukan sejumlah koordinasi dalam penanganannya, agar tidak meresahkan masyarakat.

gunakan masker ketika flu

gunakan masker ketika flu

Hingga Senin (06/07) di Balikpapan, terdapat satu orang terduga (suspect) Flu H1N1 berinisial Mr. RH (26 tahun) warganegara Amerika Serikat yang datang ke Balikpapan tanggal 4 Juli lalu. Sementara itu, juga terdapat satu orang wanita berinisial Sd (30 tahun) dan anaknya Kr (9 Tahun) yang meresakan gejala mirip flu H1N1, namun hasil pemeriksaan belum menunjukkan suspect/terduga menderita. Berbeda dengan Mr. RH yang dirawat di ruang isolasi RS Kanujoso, Sd dan anaknya hanya mendapat perawatan isolasi di rumah, dengan pelayanan medis standar rumah sakit.

Dalam keterangan pers hari Selasa sore (07/07) di kantor Gubernur Kaltim, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kaltim, Yurnanto, meminta masyarakat untuk tidak resah dengan wabah flu H1N1 ini. “Pemerintah telah mengantisipasi dan menyiapkan ruang khusus di rumah sakit serta menyediakan stok obat Tamiflu yang telah terbukti ampuh melawan flu ini,” ujarnya.

Saat ini Pemprov Kaltim telah menyiagakan 6 RS diantaranya RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, RS Kanujoso Balikpapan, RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot, RSUD Tanjung Selor Berau, RSUD Bontang dan RSUD Tarakan untuk mengantisipasi meluasnya virus flu ini. Begitu juga dengan penyediaan obat Tamiflu, telah disebar sebanyak 900 butir kapsul per kabupaten/kota dan stok 7500 butir di ibukota provinsi.

Yurnanto menambahkan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan flu ini, sepanjang tidak terkena kontak dengan penderita. “Berbeda dengan flu Burung, Flu H1N1 ini memiliki Case Fatality Rate (CFR) kurang dari 2 persen. Artinya, diantara 100 orang penderita, kurang dari 2 orang yang meninggal dunia. Ini berbeda dengan flu burung yang memeiliki CFR 75 persen, yang rata-rata penderitanya meninggal dunia,” jelasnya. Penggunaan masker selama menderita flu, menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan tubuh agar tetap fit, ternyata cukup ampuh untuk mencegah penularan virus flu H1N1 ini.

Kepala Biro Binsos Provinsi Kaltim, Bere Ali, yang mendampingi Yurnanto mengatakan agar masyarakat tenang dan tetap waspada dengan gejala flu di sekitar lingkungan yang menunjukkan demam tinggi melebihi 38 derajat celcius dan sakit kepala disertai sedikit diare. “Masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Karena pemerintah telah mengantisipasi flu yang menjadi pandemi dunia ini dengan berbagai cara seperti pemeriksaan penumpang yang masuk ke Kaltim, sosialisasi penggunaan masker, pembentukan posko dan telah mengadakan simulasi penanganan,” ujarnya.

Saat ini flu H1N1 telah menjangkiti 92 negara di dunia dengan jumlah penderita 20.000 orang lebih. Sedangkan di Indonesia, tercatat 20 orang telah terinfeksi dan semuanya berhasil disembuhkan.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.