M Adam : Soal Kalimantan Tenggara Serahkan ke Masyarakat

March 21, 2013 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda-vivaborneo.com, Anggota Komisi III DPRD Kaltim,  Muhammad Adam Sinte, menyerahkan kepada masyarakat terkait keinginan sebagian pihak yang menginginkan dibentuknya Daerah Otonom Baru (DOB) Kalimantan Tenggara,  yang mencangkup dua daerah Kaltim yakni, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan  Paser serta dua kabupaten asal Kalimantan Selatan yaitu, Kotabaru dan Tanah Bumbu.

“Biarkan semuanya mengalir, intinya bagaimana keinginan masyarakat di beberapa daerah tersebut. Sebab pemerintah pada hakikatnya adalah wakil masyarakat di daerah, sehingga kalau memang masyarakat serius maka sudah seharusnya gubernur dan pemerintah pusat mengaminkan,” kata Adam Sinte, Rabu (20/3) kemarin.

Menurutnya, teriakan untuk mekar dari masyarakat sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun seiring dengan perkembangan,  semua itu sempat tenggelam dan kemudian mencuat kembali karena kondisi perhatian Pemprov Kaltim yang  dinilai sangat kurang terhadap masyarakat di wilayah selatan.

Masyarakat di Kabupaten PPU dan Paser merasa dianaktirikan oleh Pemprov Kaltim sebagai induknya. Itu tercermin pada alokasi bantuan provinsi kepada kedua daerah tersebut yang kecil jika dibandingkan dengan daerah lainnya,  seperti Kota Samarinda dan lainnya.

Selain minimnya bantuan dari Provinsi, kurangnya perhatian dari pusat juga ditengarai sebagai penyebab kuat masyarakat menginginkan pemekaran. Diharapkan melalui pemekaran tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan di semua bidang.

Terkait dengan Balikpapan yang disebut-sebut ingin masuk dalam Kalimantan Tenggara, diakui Politisi asal Hanura itu merupakan hal  positif dan perlu diapresiasi. Sebab setiap daerah berhak menentukan masa depannya sendiri.

“Informasi dari masyarakat, awalnya hanya kabupaten Paser dan PPU saja, tapi kemudian ketertarikan dua kabupaten asal Kalsel yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu dikarenakan hal yang sama dan semangat untuk melakukan perubahan.

“Kalau Balikpapan ikut serta,  berarti menandakan makin banyaknya daerah yang menginginkan kemandirian. Dewan akan mendukung apabila membawa dampak positif di masa depan. Tapi semua tentu perlu kajian matang dan pertimbangan masak,” kata Adam  Sinte.

Terlepas dari pro dan kontra, pada hakekatnya pemekaran merupakan langkah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini karena pemekaran membuka kesempatan daerah untuk maju dan berkembang di bidang ekonomi dan sektor-sektor pembangunan lainnya. (vb/bar/mir)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.