Kukar Targetkan Swasembada Daging 2010

August 1, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Samarinda-vivaborneo.com-  Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan swasembada daging untuk konsumsi pada 2010. Saat ini Pemkab Kukar  telah melakukan berbagai langkah strategis dan bekerjasama dengan Pemprov Kaltim. Jumlah produksi daging di Kukar hingga 2008, untuk sapi 662.003 kilogram (kg), kerbau 16.701 kg, kambing 16.701 kg, babi 45.425 kg, ayam buras 48.761 kg, ayam pedaging 306.882 kg, ayam petelur 23.673 kg dan itik 18.035 kg.
Kepala Dinas Peternakan kutai Kartanegara (Kukar), Suriansyah di Tenggarong menjelaskan mewujudkan hal itu, pihaknya juga telah menetapkan tiga zona pengembangan peternakan, yakni zona pemusatan pengembangan ternak sapi, zona pengembangan ternak ayam dan unggas serta zona pengembangan ternak kerbau rawa.

Untuk ternak sapi, ujarnya, dipusatkan di Kecamatan Samboja, Marangkayu, Muara Badak, Muara Jawa, Anggana dan Sanga-sanga. Kemudian untuk ternak ayam dan unggas berada di Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong Seberang, Sebulu dan Kecamatan Muara Kaman. Sementara itu, zona pengembangan ternak kerbau rawa, di lokasikan di Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai, kenohan, Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang.

Menurutnya, pembagian zona pengembangan ternak tersebut didasarkan pada prospek wilayah masing-masing. Selain juga pemetaan dimaksudkan sebagai daerah sentra produksi ternak khusus, dengan harapan untuk memudahkan pembinaan dan pengembangannya.

Hingga kini, lanjutnya, Kukar telah mengembangkan delapan jenis ternak, yakni ternak sapi terdapat 15.161 ekor, kerbau 2.276 ekor, kambing 5.806 ekor, babi 3.001 ekor, ayam buras227.762 ekor, ayam pedaging 2.710.625 ekor, ayam petelur 338.370 ekor dan itik 24.593 ekor.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.