Kenali Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik

December 3, 2008 by  
Filed under Kesehatan

Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik yang
berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi dengan
sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita
juga sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek
dengan berbagai macam warna (merah, putih, hitam dll), toples tempat
makanan, botol air minum, botol susu, gantungan baju, *compact disk*
(CD), pipa paralon dan lain-lain yang semuanya itu mengandung plastik juga kan?

Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman
dan yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan
secara internasional sehingga di negara manapun di dunia ini
menggunakan kode dan simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang
belum mengetahui seperti apa kode dan simbol tersebut.

Bagi manusia awam kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena
berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya.
Kode ini dikeluarkan oleh *The Society of Plastic Industry* pada tahun
1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan
sistem kode, seperti *ISO* (*International Organization for
Standardization* ).

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1. Berada atau terletak di bagian bawah
2. Berbentuk segitiga
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka serta nama jenis
plastik di bawah segitiga.

Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3
tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut
adalah:

JENIS KE 1:
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya
serta tulisan *PETE* atau *PET* (*polyethylene terephthalate* ) di
bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/ tembus
pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol
minuman lainnya. *BOTOL JENIS PET/PETE* ini direkomendasikan HANYA
SEKALI PAKAI.

Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air
hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol
tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat
menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

JENIS KE 2:
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur
ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan *HDPE* (*high density
polyethylene* ) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang
berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan
lain-lain.

HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan
lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan
plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah
reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan
makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga
direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa
antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

JENIS KE 3:
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di
tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti *PVC* (*polyvinyl
chloride*), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.
Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan
botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang
dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan
berat badan.
Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan
bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau
bahan alami (daun pisang misalnya).

JENIS KE 4:
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE.
*LDPE* (*low density polyethylene* ) yaitu plastik tipe cokelat
(thermoplastic/ dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat
makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah:
- Kuat,
- Agak tembus cahaya,
- Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
- Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
- Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,
- Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen,
- Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang
baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk
tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan
yang dikemas dengan bahan ini.

JENIS KE 5:
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan *PP*.
Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan.
Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah,
ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan
cukup mengkilap.

Jenis *PP* (*polypropylene* ) ini adalah pilihan bahan plastik
terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat
menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Carilah dengan *kode angka 5* bila membeli barang berbahan plastik
untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

*JENIS KE 6:*
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan *PS*.
*PS* (*polystyrene* ) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang
apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai
bahan tempat makan *styrofoam*, tempat minum sekali pakai, dan
lain-lain.

Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan
styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain
tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap
kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari,
karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon
estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan
pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur
ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat
panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan *kode angka 6*,
namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik,
bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan
sebaiknya dihindari).
Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna
kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

JENIS KE 7:
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan *OTHER*.
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu:
1. *SAN* –*styrene acrylonitrile* ,
2. *ABS* – *acrylonitrile butadiene styrene*, 3. *PC* -
*polycarbonate* , 4. *Nylon*
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum
olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer,
alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki
resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan,
kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya
terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan,
penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan
sebagai bahan mainan lego dan pipa.
Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan
plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun
minuman.

Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC –atau nama
Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita
(*sippy cup*), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan
dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan
dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada
ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman.
Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah
itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan
microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?
1. Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan
7 (PC), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. *Gunakan hanya
sekali pakai!*
2. Akan aman bila menggunakan plastik dengan *kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau
ABS)*

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri
makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya
kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama
penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong
kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa
terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang
berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh
berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya
mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas
kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur….

Tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol
susu untuk putra-putrinya:
1. Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik
*jenis 4 atau 5*.
2. Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik
*jenis 4 atau 5*.
3. Untuk dot, gunakanlah yang *berbahan silikon*, karena tidak akan
mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot *berbahan latex*.
4. Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang
penghisapnya) berbahan jenis *7 PC* (*polycarbonate* ).
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah,
janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.

Yang harus diperhatikan pula oleh kita semua:
1. *Hindari* penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa
digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan
botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat
dicegah, *gunakanlah hanya sekali pakai* dan segera dihabiskan.
Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca.
2. *Cegahlah* memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya
pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun
pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika
akan dipanaskan di mocrowave oven.
3. *Cegah* menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan
berminyak atau berlemak.
4. *Cobalah* untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk
membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan.
5. *Cegah* penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan.
Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu. (*vb/02)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.