Karena Diharamkan Berobat, Anggota Sekte Mesum Meninggal

January 30, 2009 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Vivaborneo.com- Akibat larangan berobat ke rumah sakit, seorang anggota sekte/aliran Satria Piningit Weteng Buwono pimpinan Agus Imam Solichin meninggal dunia bulan lalu.
Menurut penuturan Eko (33) salah satu mantan pengikut aliran ini, sang guru melarang para pengikutnya berobat ke rumah sakit atau mengonsumsi obat-obatan medis jika sakit. Kata Agus, seperti dituturkan Eko, berobat ke rumah sakit atau ke dokter adalah haram karena tidak natural. Selain itu, Agus yang mengaku sudah menyatu (manunggal) dengan Tuhan menyatakan dirinya bisa menyembuhkan penyakit.

“Saya baru sadar aliran ini keliru ketika sepupu saya meninggal,” ujar Eko  kepada wartawan di sela-sela olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan aliran sesat itu di markas sekte di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (28/1).
Sepupu Eko, Ratna Ayu Kusumaningrum (33), awalnya dinyatakan dokter menderita sakit paru-paru dan lever. Dia sempat dirawat di RS Pasar Rebo, Jaksel, selama beberapa hari pada November 2008 lalu.
Namun, Ayu diminta pulang ke rumah karena Agus meyakini bisa menyembuhkan penyakit Ayu. Dalam perawatan Agus, Ayu dilarang makan obat, dilarang terkena sinar matahari, dan hanya boleh tidur. “Semua makanan Ayu diatur oleh Agus karena hanya dia yang bisa menyembuhkan Ayu,” terang Eko.

Sekte ini memiliki 13 ritual, termasuk melakukan hubungan seks secara berbarengan. Hubungan seks itu dilakukan dalam satu ruangan yang sama dan disaksikan oleh Agus.
Aliran ini juga menyimpangkan ajaran Islam karena membebaskan pengikutnya yang Muslim dari kewajiban salat, berpuasa, dan berzakat. Sekte ini juga menjanjikan rumah di surga. Ibadah salat diganti dengan ritual menyanyikan lagu-lagu, termasuk yang paling sering adalah lagu campursari yang terkenal Cucak Rowo. Karena itu pula, ada yang menyebut aliran ini sebagai Sekte Cucak Rowo.
Bagaimanapun, imbuh Eko, Agus juga mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan, dan tawakal. Umumnya, para pengikut Agus yang berjumlah sekitar 40 orang diberi khotbah tentang hakikat beragama. Kepada mereka juga diajarkan tentang agama lain. Alasan Agus, karena umat Islam juga harus mempercayai kitab-kitab agama lain.
Dalam olah TKP, aparat dari Polsek Pasar Minggu memeriksa 5 orang mantan pengikut Sekte Cucak Rowo ini, termasuk Eko dan Kusmana. “Yang sudah diperiksa lima orang. Mereka sebagai saksi,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Maryoto seusai olah TKP.
Setelah diekspos oleh media massa dan dicari polisi, akhirnya Agus Imam Solichin, menyerahkan diri ke polisi Kamis (29/01). Hingga berita ini diturunkan, Agus Imam Solichin masih diperiksa polisi. (vb-01/komp/ant)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.