Kampung Pinang Sentra Langsat Air Putih

October 3, 2010 by  
Filed under Agrobisnis

Siapa bilang “Langsat Air Putih’ punah dan tidak bisa lagi didapat. Jenis langsat ini ternyata masih menjadi buah andalan kota Samarinda. Salah satu keberadaannya terletak di kebun milik Fauzi Rahman, warga Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu.Fauzi menjelaskan, kebunnya saat ini berada di Kampung Pinang RT.17, dengan besar lahan sekitar 3 hektar. Ia pun mengaku semua lahannya tersebut ditanami semua dengan berbagai jenis buah-buahan termasuk Langsat Air Putih.

“Keberadaan langsat air putih memang sudah ada sejak tahun 1980, hingga saat ini langsat air putih yang ada dikebun sekitar 30 pohon,” ungkapnya.

Fauzi Rahman yang juga ketua RT.03 ini mengakui langsat air putih berbeda dengan langsat lainnya, pasalnya selain rasanya sangat manis, buahnya kenyal karena  tidak keras dan tidak bergetah, jadi sangat berair nutrisi.

“Langsat air putih tidak diragukan lagi kenikmatannya,”katanya.

Fauzi rahman mengakui saat panen penjualan buah langsat air putih cukup menjanjikan, karena sejak 1980 hingga 1990 sudah dikenal di beberapa daerah tetangga seperti Bontang, Tenggarong, dan Balikpapan.

“Selain buah langsat air putih, dikebun saya juga banyak ditanami buah-buahan lain seperti rambutan, manggis, elai, dan yang paling terkenal adalah durian,” ungkapnya.

Melihat potensi tersebut, Sekretaris Lurah Bukit Pinang, Sukarmin mengakui kawasan Kampung Pinang adalah sentra perkebunan buah-buah-buahan termasuk pepohonan Langsat Air Putih. Karena, selain di Kampung Pinang RT.17 masih banyak lagi warga yang memiliki perkebunanan yang melestarikan Langsat Air Putih, seperti RT.01, RT04, RT.11, RT.14, RT.15 dan kawasan lainnnya.

“Kawasan Bukit Pinang memang sebagai sentra buah-buahan terbesar di kota Samarinda, karena warga disini sangat minat membudiyakan perkebunan khususnya langsat air putih,”ungkapnya.

Sukarmin juga mengakui akan kenikmatan buah langsat air putih tersebut, pasalnya ia mengakui secara pribadi membuktikan pada saat membawa buah kenyal itu ke sanak keluarga dan masyarakat di Kota Malang.

“Orang sana sudah mengakui, dan memang sangat berbeda karena kelebihan kenikmatannya tiada duanya bila dibanding dengan langsat lain,” ungkapnya.

Sukarmin berharap para warga pemilik kebun yang saat ini masih melestarikan langsat air putih di kampung pinang agar bisa terus menerus dirawat dan dijaga kelestarian buah langka tersebut.

“Saya berharap kepada pemilik untuk tidak menjual kebunnya atau tanahnya kepada orang lain untuk kepentingan yang merugikan, seperti batu bara. karena saya ingin perkebunan ini, khususnya Langsat Air Putih ini jangan sampai hilang,”katanya. (vb/rah)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.