Kaltim Saatnya Lakukan Penanaman One Man Five Tree

February 16, 2010 by admin  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com - Wilayah Provinsi Kalimantan Timur seluas 20.865.774 hektar, terdiri dari daratan seluas 19.844.117 ha dan luas pengelolaan laut 1.021.657 ha serta lebih kurang 74% di antaranya merupakan kawasan hutan, memerlukan perhatian lebih seluruh masyarakat  karena tingkat kerusakan hutan (deforestrasi) yang berlangsung cepat.Jika melihat banyaknya kerusakan akibat penambangan yang dilakukan dan tanpa diimbangi dengan adanya perbaikan lahan dan penghijauan (reboisasi) maka dalam 10-20 tahun ke depan, tanah-tanah di Kaltim tidak dapat lagi mengikat air untuk kehidupan.

Menyadari hal itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ingin melakukan ”sedikit” penyadaran kepada masyarakat Kaltim untuk ikut serta menjaga kerusakan hutan dan lahan dengan memulai program satu orang menanam lima batang pohon.

Lahan kritis di Kaltim yang berada  di dalam kawasan hutan  4.277.917 ha, diluar kawasan hutan 2.124.554 ha. Sehingga total kawasan hutan di 13 kabupaten/kota (Kabupaten Tana Tidung masih masuk Kab.Bulungan) berjumlag 6.402.472 ha.

“Bayangkan saja itu lahan kritis kita, nah kemudian kita berupaya bagaimanan kita melakukan menanaman di lahan kritis ini. Makanya kita mencanangkan program one man five tree, bukan lagi one man one tree, untuk mempercepat pencapaian target-target  penanaman itu,” ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak belum lama ini.  .

Dari Presiden Kaltim dibantu 1 juta bibit pohon Tembesi  (Samanea saman)  yang dilakukan penanaman di seluruh Kaltim. Pohon Trembesi dipilih, karena dapat menyerap karbondioksida (CO2) yang baik disamping cocok untuk tanah di Kaltim.

“Kita berharap program-program  ini dapat terukur. Kita mencanangkan monitoring kita harus bisa melakukan pelaporan dan verifikasi di semua kab/kota. Tujuan dari monev ini memastikan pengurangan emisi dan deforestrasi di semua Kaltim. Pengurangan emisi dan degradasi, konservasi karbon dan peningkatan stok karbon kita,” ujarnya.

Masalah-masalah  yang dihadapai dalam rencana aksi  ini adalah belum adanya review tata ruang Kaltim, belum siapnya kita pada kuasa pemangku kehutanan  di daerah dan sulitnya mencari lahan untuk penanaman yang lepas dari data. Disamping itu, adanya tarik-menarik kepentingan lahan, konflik lahan dengan masyarakat serta  masalah pendanaan yang diharapkan dari APBN, APBD, APBD Kab/kota dan kepedulian Coorporate Sosial Responsibility (CSR).

“Target yang terlalu tinggi dibandingkan dengan sumber daya yang tersedia  dan yang terakhir prosedur administratif  yang rumit misalnya dalam hal pengembangan hutan rakyat.  Jika masalah-masalah tersebut dapat diatasi, maka program aksi dari penanganan pemanasan global ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik,” jelasnya.

Untuk lima  tahun ke depan, ujar Awang Faroek, akan melakukan  penanaman pohon di semua lini yang diharapkan dapat menghijaukan 245.800 ha untuk lima tahun ke depan. Hutan desa 42.800 ha, untuk rehabilitasi hutan dan lahan DAS (Daerah Aliran Sungai) 165.400 ha, Hutan Rakyat Kemitraan 22.500 ha dan Hutan Tanaman Industri dan Hutan Rakyat 52.000 ha.

“Kita berharap program-program  ini dapat terukur. Kita mencanangkan monitoring kita harus bisa melakukan pelaporan dan verifikasi di semua kab/kota. Tujuan dari monev ini memastikan pengurangan emisi dan deforestrasi di semua Kaltim. Pengurangan emisi dan degradasi, konservasi karbon dan peningkatan stok karbon kita,” ujarnya.(vb-01)

Artikel terkait :

  • Reuni SMUN 1 Samarinda dengan Tanam Pohon
  • Lahan Kritis Kaltim Capai 4,7 Juta Hektare
  • Trembesi, Dari Istana Hijaukan Indonesia
  • Bambu, Tanaman  yang Terpinggirkan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

online counter