Kaltim Minta RTRWP Disetujui Juli Mendatang

May 12, 2009 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Samarinda-vivaborneo.com-Pemprov Kaltim meyakini Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kaltim bisa terbit paling lambat akhir Juli 2009, sehingga dapat memberikan kepastian terkait penggunaan lahan dan lokasi. Molornya persetujuan RTRWP Kaltim itu berdampak pada keraguan investor masuk ke Kaltim, karena penggunaan lahan yang belum jelas, padahal masuk investasi di daerah sangat diperlukan untuk percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kaltim.“Kita sudah mendapat kepastian dari Komisi IV DPR-RI terkait pengesahan RTRWP Kaltim yang diharapkan bisa selesai paling lambat akhir Juli 2009 karena apabila hal itu tidak terpenuhi akan berganti dengan anggota dewan yang baru hasil pemilihan umum 2009,” kata Awang Faroek Ishak pada wartawan, Senin (11/5).
RTRWP sudah diajukan Kaltim sejak tiga tahun lalu, namun hingga kini tidak kunjung mendapat persetujuan sementara daerah sangat membutuhkan sebagai salah satu rujukan penggunaan lahan dan kawasan. “Kita berharap sesuai janji Komisi IV DPR. Bappenas, Depdagri, Departemen PU dan Dephut bisa mengupayakan agar RTWP Kaltim segera diterbitkan, kalau bisa sebelum Juli,” ujarnya.
Gubernur berharap dengan upaya sejumlah departemen dan kalangan legislatif, RTRWP Kaltim bisa diterbitkan paling lambat sebelum masa kerja kabinet dan DPR berakhir tahun ini. Dikhawatirkan jika RTRWP dibahas oleh anggota dewan dan kabinet yang baru akan memakan waktu lebih lama lagi.(vb-01/ekosusanto).

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Kaltim Minta RTRWP Disetujui Juli Mendatang"

  1. Adrian Hakim on Sun, 17th May 2009 12:13 pm 

    Coba tanya, apakah RTRWP tsb sdh brdsr Inventory Aset yg ada? brp luas hutan, brp luas tmbg dll, mestinya brdsr itu lah Management Plan nya dibuat, ke dpn hutannya mau dibuat apa, non hutan nya dibuat apa dstnya

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.