Kaltim Harus Kondusif untuk Investasi

December 30, 2009 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Menanggapi pemberitaan media tentang desakan sekelompok orang  agar Pemprov Kaltim segera membatalkan perjanjian damai dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC), Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan sekarang saatnya untuk bekerja dan membangun Kaltim, bukan saat untuk terus bertengkar. “Saya tidak mau ribut  soal divestasi saham KPC lagi, sebab itu tidak akan  menguntungkan. Apa kita mau bertengkar terus? Menurut saya itu sangat tidak produktif,” kata Gubernur Awang Faroek, di Kantor Gubernur, Rabu (30/12).

Awang Faroek menambahkan saat ini Kaltim memerlukan suasana kondusif  untuk investasi. Investasi sangat penting untuk mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dikembangkan dengan sasaran akhir adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat Kaltim.

“Saya tidak akan meributkan soal saham KPC itu lagi. Soal Rp285 miliar itu memang harus dibayar, jika KPC tidak mau membayar, kita akan tuntut. Yang jelas saya sudah berhasil mendorong KPC dan Bakrie Group menanamkan investasinya untuk berbagai rencana pembangunan di Kaltim. Saya pikir itu lebih baik dibanding kita hanya sibuk berkelahi dan manfaatnya belum tentu bisa dirasakan masyarakat,” beber Awang Faroek.

Contoh keberhasilan yang tidak lama akan direalisasikan antaralain soal pemenuhan kebutuhan listrik di Kaltim yang rencananya akan dibangun Bakrie Group dengan total anggaran tidak kurang dari Rp2,4 triliun. Selain itu masih ada rencana dukungan dari Bakrie Group untuk rencana pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda.

“Satu lagi yang sudah kami diskusikan adalah soal rencana pengelolaan Pulau Kumala di Tenggarong. Nantinya Bakrie Group akan menyelamatkan pengelolaan Pulau Kumala tersebut,” imbuh Awang.

Khusus soal jalan tol, Gubernur Awang Faroek meyakinkan bahwa rencana tersebut akan tetap dilanjutkan meski beberapa pihak masih mempersoalkannya. Menurut gubernur, rencana itu akan tetap dilakukan untuk kepentingan mendukung pembangunan secara lebih luas.

“Jadi kita harus yakin. Kalau tidak sekarang kita bangun jalan tol itu, seumur-umur jalan tol itu tidak akan pernah terbangun,” tegas Awang.
Untuk pemberdayaan pengusaha lokal, Awang Faroek punmenyarankan agar para pengusaha lokal juga terlibat dalam pengerjaan proyek-proyek pembangunan tersebut. Namun ia meminta kehadiran pengusaha lokal tidak sekedar pelengkap, tetapi menjadi pelaku utama.

“Saya berharap keterlibatan pengusaha lokal. Namun saya ingatkan jangan hanya menjadi sub kotraktor saja,” ujarnya. (vb-04)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.