Kaltim Expo 2009, Kukar Tampilkan 8 Sektor Unggulan

August 14, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis, Kutai Kartanegara

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak henti–hentinya melakukan usaha mempromosikan Kabupaten Kukar terhadap dunia luar baik itu yang dilakukan diluar negeri, dalam negeri, maupun di dalam provinsi Kalimantan Timur sendiri melalui beberapa kegiatan pameran maupun dalam sebuah expo promosi, seperti keikut sertaannya pada Kaltim Expo 2009 di kota Samarinda.

Stand Pemkab Kukar

Stand Pemkab Kukar

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam KALTIM EXPO yang berlangsung dari tanggal 12 – 20 Agustus 2009 tersebut dijelaskan Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Kutai Kartanegara M Abniansyah Utun. Stand yang terkesan bergaya minimalis tersebut persis berada didepan pinti II Tenda Roader yang disediakan panitia didepan hotel Atlit Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Keikut sertaan Pemkab Kutai Kartanegara kali ini mengusung thema 8 (delapan) sektor Unggulan  dan secara khusus menawarkan berbagai produk UKM unggulan yang bersifat Pangan seperti Keripik berbagai macam buah-buahan, Dodol serta beberapa jenis tepung yang kesemuanya telah dikemas berstandard kualitas export, hal ini tercermin dari adanya nomor produk, batasan expayed serta label kemasan yang menarik dan exclusive.

Lebih jauh Abniansyah menjelaskan, dalam Kaltim Expo kali ini Pemkab Kutai Kartanegara sengaja tidak menyajikan produk berupa kerajinan manik serta kerajinan tangan lainnya disebabkan Kaltim Expo bersifat pameran lokal Kaltim yang masyarakatnya sehari-hari selalu melihat manik dan produk sejenisnya dengan demikian tingkat ketertarikan pengunjung terhadap produk ini dapat dikatakan minim, hal ini tentu sangat berbeda jika pameran dilakukan diluar Kalimantan Timur justru produk manik dan kerajinan tangan lainnyalah yang menjadi primadona.

Dalam kesempatan ini Abniansyah juga ingin memberi masukan kepada Even Organizer (EO) Kaltim Expo agar kedepan pelaksanaannya tidak dilakukan melebihi 6 – 7 hari, mengingat Kabupaten Kota lain yang ikut Pameran mengalami kesulitan dalam pembiayaan terutama biaya perjalanan Dinas yang aturannya hanya diperbolehkan maximal 7 hari sementara Kaltim Expo dilaksanakan selama 9 hari. Hal ini perlu perhatian serius agar kedepan pemerintah Kabupaten Kota lebih terpacu dan tidak kesulitan mencari biaya dalam menutupi sisa hari yang tidak tertutupi dalam biaya perjalanan. Selain itu pihak EO juga perlu memperhatikan hal-hal kecil yang menjadi kewajiban dalam pelaksanaan sebuah kegiatan pameran berskala Expo seperti Buku Katalog Peserta Pameran, Keamanan/Security dalam stan Expo saat pameran ditutup dimalam hari serta ID Card sebagai Exhibitor sebab terus terang kami Stand Pemkab Kutai Kartanegara sampai saat ini belum dan tidak pernah diberikan Id Card selaku Exhibitor, nah hal-hal kecil seperti inilah yang kelihatannya memang sepele namun kedepan jika KALTIM EXPO rencananya dijadikan ajang Nasional bahkan Internasional maka hal kecil ini bisa jadi bencana jika tak diperhatikan.

Mengakhiri penjelasannya Abniansyah Utun berharap agar dengan adanya penyampaian atau saran yang bersifat membangun ini tidak ada pihak manapun yang tersinggung sebab saya selaku putra Kalimantan Timur berkewajiban menyampaikan saran jika melihat hal-hal yang tidak sebegaimana mestinya dan tidak punya niatan memojokkan pihak manapun, ini semata-mata untuk kemajuan Kalimantan Timur yang sama-sama kita Cintai agar kedepan kita bisa sejajar dengan daerah lain di Indonesia.(rud/hmp02)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.