JMF Digelar, Ratusan Peserta Rebutkan 1.437 Lowongan

June 24, 2010 by  
Filed under Samarinda

Samarinda-vivaborneo.com, Dinas Tenaga Kerja (disnaker) Kota Samarinda kembali mengadakan “Job Market Fair” (JMF) di Kantor Disnaker Jalan AW Syahranie pada Rabu (23/6). Ratusan pencari kerja memperebutkan 1.437 lowongan kerja.“Disnaker Samarinda menggarap sektor itu untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Samarinda melalui Dinas Tenaga Kerja melalui kegiatan program JMF ini,” ungkap Kepala Disnaker Kota Samarinda, Suko.

Suko mengatakan pihaknya bekerja sama dengan 34 perusahaan dari bebrbagai wilayah kerja yang beroperasional di Samarinda. Dari sekian lowongan yang ditawarkan ada yang posisinya sangat strategis yaitu kedudukan di sebuah Bank, Hotel, Perusahaan industridan lainnya sehingga kualitas dari lowongan JMF sudah berkualitas.

Digelarnya JMF, ini angka pengangguran di Samarinda diyakini bisa ditekan. Grafik di Dinas Tenaga Kerja, angka pengangguran di Samarinda terus berkurang, berkisar 35 persen atau sekitar 5.377 orang.

Suko berpesan kepada perwakilan perusahaan agar serius menangani pencari pekerja yang diterima. “Tolong parapengusaha memberi jawaban jelas kepada pencaker, kapan harus di panggil dan mulai bekerja,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut hampir sama dengan kegiatan JMF sebelumnya, dengan melakukan seleksi tertulis dengan materi soal dipersiapkan oleh perusahaan. Kemudian dilakukan tes wawancara yang dilakukan perusahaan pengguna tenaga kerja.”Pengumuman kelulusan akan diberitahukan melalui disnaker kota Samarinda,”ujarnya

Disnaker juga akan menggelar BKOL (Badan Kerja On Line) sehingga para pencari kerja bisa mencari melalui Internet. Tapi kendati sudah ada Sistim pencarian Kerja dengan cara On Line, acara off line masih efektif. (vb/rah)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.