Jelang Pelaksanaan Erau, Menjamu Benua Digelar

July 7, 2010 by  
Filed under Berita, Erau

Tenggarong-vivaborneo.com, Empat hari menjelang pembukaan Upacara Adat Erau 2010, setelah rangkaian Beluluh Sultan dan Putra Mahkotanya Senin lalu, pada Rabu (7/7) sore  digelar ritual Memberi Makan Benua atau Menjamu Benua.

Menjamu Benua: Tampak Belian dan Dewa Sedang menggelar prosesi menjamu benua sambil membacakan Memang (mantra)

Menjamu Benua: Tampak Belian dan Dewa Sedang menggelar prosesi menjamu benua sambil membacakan Memang (mantra)

Koordinator Upacara Adat Sakral Erau Awang Imaludin mengatakan, Memberi makan benua adalah memberi makan kepada orang gaib yang juga mendiami wilyah Kutai Kartanegara (Kukar). Sekaligus untuk memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar Sultan dan kerabatnya diberikan keselamatan, demikian juga masyarakat Kukar atau orang berkunjung ke Tenggarong .

“Ritual ini untuk memberi makan orang gaib yang juga tinggal di odah etam ini, sekaligus memberitahukan kepada orang gaib tersebut bahwa Erau akan dilaksanakan,” jelasnya disela-sela prosesi.

Sebelum prosesi adat Menjamu Benua dimulai, para pelaksana upacara adat yang terdiri dari 7 orang Belian (ahli memang atau mantra laki-laki) dan 8 orang Dewa (ahli memang atau mantra perempuan)  terlebih dahulu menemui Sultan Kutai H Adji Mohd Salehoeddin II di rumah kediamannya untuk meminta restu.

Sultan pun memberi restunya dengan menghambur beras kuning ke arah para pelaksana upacara itu. Sultan juga menyerahkan pakaian sehari-harinya berupa selembar baju, sepotong celana panjang dan kopiah untuk dibawa dan disertakan dalam upacara Menjamu Benua.

Ritual tersebut dilepas langsung oleh Sultan H A M Salehuddin II di kediamannya pukul 15.00 wita, kemudian rombongan yang terdiri atas beberapa Belian dan Dewa ( diiringi tetebuhan alat music tradisional dengan mengendari mobil Pick Up dan sebuah Mini Bus bergerak ke Kepala Benua (desa tanah habang, Mangkurawang), kemudian ke Tengah Benua (Pelabuhan Depan Museum Mulawarman) dan terakhir ke Buntut Benua (sebelah hilir Jembatan Kartanegara) untuk melakukan prosesi Menjamu Benua ini.

Di tiga benua tersebut disediakan tempat / balai terbuat dari bambu dan rangkaian janur kuning untuk menaruh sesajian diantaranya berupa ayam,ketan, telur dan lainnya, kemudian para Belian dan Dewa membacakan memang/mantra.

“Para Belian dan Dewa berkomunikasi dengan orang gaib dengan mantra untuk mengundang mereka bahwa Erau akan digelar,” pungkasnya. (vb/heru)

Rangkaian Kegiatan Erau Pelas 7 Benua

[table id=4 /]


Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Jelang Pelaksanaan Erau, Menjamu Benua Digelar"

  1. yani on Tue, 13th Jul 2010 10:10 am 

    Q sbgai wrga kaltim sangat bngga dengan adanya erau…
    krna acara ini akn tetap mempertahankan budaya di kaltim..

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.