Isran Noor Kecewa Ketidakhadiran Ketua KPK

January 17, 2009 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Masalah divestasi 51 persen saham Kaltim Prima Coal (KPC) oleh Pemerintah Provinsi Kaltim yang telah lama diperdebatkan, menarik minat Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) untuk menyelenggarakan seminar tentang divestasi tersebut.
Namun sayang, seminar yang rencananya dihadiri oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dirjen Energi dan Sumberdaya Mineral dan Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, hanya dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Isran Noor.
Dalam paparannya, Isran Noor mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim akan terus berjuang untuk mendapatkan hak 51 persen saham tersebut.
“Berharap divestasi dijalankan sebagaimana mestiya. Caranya kita harus yakinkan tribunal (pengadilan yang telah menangani masalah saham KPC)”, ujarnya.
Sementara itu, mangantar S Marpaung yang mewakili Dirjen Energi dan Sumberdaya Mineral, saat menjawab pertanyaan mengatakan untuk divestasi saham KPC ini, secara hokum sudah sangat sulit. Karena, lanjut Marpaung, perusahaan-perusahaan tambang tentu telah melakukan kesepakatan jika terjadi konflik maka akan diselesaikan di pengadilan internasional.
“Secara hukum memang sangat sulit. Namun tentu masih ada celah”, ujarnya meyakinkan peserta seminar.
Dalam seminar yang dilaksanakan Sabtu (17/01) di Gedung Pusrehut Unmul, banyak yang menyayangkan ketidakhadiran Ketua KPK Antasari Ashar.
“Padahal kalau beliau hadir, Saya ingin tahu berapa jumlah uang Negara yang telah diselamatkan”, ujar Isran Noor kecewa.(vb-08/11)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Isran Noor Kecewa Ketidakhadiran Ketua KPK"

  1. adrian hakim on Mon, 26th Jan 2009 10:16 pm 

    Yang penting Kaltim/Kutim harus kompak memperjuangkan divestasi, kemarin publikasi KPC sbg MNC avonturir yang dibela lawyer Transparansi Internasional (yang tidak transparan/etis) lumayan bikin harga saham dan kredibilitasnya rontok. Salut buat pa Bupati . . . . .

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.