Investasi Miliki Multiplier Efek

December 21, 2009 by  
Filed under Kutai Timur

SENGATA- Bupati Kutim H Isran Noor meminta kepada warga masyarakat untuk mendukung kehadiran investor di daerah ini. Dengan adanya investor yang masuk, secara tidak langsung bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat ke depan.“Investasi yang dilakukan swasta memiliki multiplayer efek yang besar bagi masyarakat. Selain mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” kata Isran Noor belum lama ini.

Dikatakan, investor yang datang ke Kutim untuk menanamkan modalnya dapat memperlancar roda perekonomian masyarakat. Pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa berkembang pesat jika kegiatan usaha tadi berjalan normal. Untuk itu warga diminta jangan menghalang-halangi kehadiran investor di daerah ini. Jika investor merasa terganggu maka yang rugi masyarakat dan Negara.

“Selama saya jadi  Bupati Kutim tidak akan merekomendasikan  wilayah  Kutim yang pernah ada investor hengkang di sini,” tandas Isran Noor.

Kemudian mantan Wakil Bupati (Wabup) Kutim ini memberikan gambaran bahwa rata-rata investor yang melakukan investasi ini modalnya pinjam dari bank. Jika investor hengkang dan melaporkan adanya gangguan kegiatan karena adanya gangguan sosial, maka pinjaman investor di bank bisa diputihkan, dengan alasan pengusaha itu dinyatakan pailit. Sehingga pinjaman dari bank tidak perlu lagi ditagih dan dianggap persoalan pinjaman tuntas.

“Ini yang perlu kita pikirkan lebih jauh jangan sampai investor yang datang kemudian hengkang dari wilayah Kutim. Jika itu terjadi maka yang rugi  pemerintah karena dana yang dipinjam pengusaha tidak kembali. Dan masyarakat juga rugi karena tidak ada kesempatan untuk mengembangkan perekonomian ke depan dan busa rugi sendiri,” tambahnya.
Yang jelas, lanjut Isran, kedatangan investor ke Kutim membawa dampak positif bagi pembangunan di daerah ini secara keseluruhan. Kemudian orang nomor satu di Kutim ini memberikan contoh di kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng yang saat ini tumbuh dan berkembang akibat adanya investor perkebunan kelapa sawit di sana.

“Di dua kecamatan itu bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat kecamatan lainnya. Saat ini pertumbuhan ekonomi di sana cukup bagus. Bahkan peredaran uang di sana mencapai puluhan miliar rupiah tiap bulannya, sehingga masyarakat juga merasakan dampak positifnya,” ucap Isran Noor.

Jika ada persoalan antara masyarakat dengan investor, Isran meminta untuk segera dibicarakan secara baik dan musyawarah. Sehingga masalah yang terjadi bisa dicarikan jalan keluar dengan baik dan semua pihak bisa menerimanya dengan lapang dada dan saling dituntungkan.

Dia tidak mau mendengar lagi adanya informasi tentang terjadinya pemblokiran warga masyarakat terhadap kedatangan investor di suatu wilayah di daerah ini. “Kalau ada masalah secepatnya dibicarakan. Saya yakin semua persoalan bisa dimusyawarahkan bersama,” kata Isran Noor.  (vb-wd)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.