Insentif Guru Kukar Naik Rata-rata 40 Persen

March 12, 2012 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – vivaborneo.com, Berdasarkan hasil kajian Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar),  terkait standarisasi tunjangan perbaikan penghasilan (insentif) pendidikan dan tenaga kependidikan berbasis kinerja dan domisili mengalami kenaikan rata-rata 40 persen.

Kepala Balitbangda Kukar H Akhmad Bakhriansyah insentif guru atau tambahan penghasilan yang ditetapkan pemerintah adalah sistem berbasis remunerasi. Dimana setiap guru penerima insentif tergantung dari aspek yang diukur, baik dari kinerja, wilayah kerja dan lainnya, sehingga masing-masing guru atau pegawai mendapatkan insentif secara bervariasi.
Tujuan dari sistem ini kata Akhmad adalah membangun image yang baik dari organisasi, menjamin kesejahteraan guru, memberikan motivasi terhadap kinerja guru, mendukung manajemen untuk mencapai tujuan dan sasaran kerja serta mencapai prinsip keadilan dengan memberikan remunerasi sesuai kompetensi dan kontribusi guru.

“Sistem ini telah dikaji secara mendalam terkait insentif guru, hasilnya menyimpulkan perlu dilakukan kajian penghitungan insentif melalui sistem remunerasi,” kata Akhmad usai melakukan pertemuan dengan jajaran dinas pendidikan, di Ruang Kadisdik Kukar Tenggarong.

Menurut dia yang juga ketua tim pengkajian insentif didampingi Tulus Sutopo, kembali menjelaskan yang menjadi tolak ukur pemberian insentif/tambahan penghasilan guru adalah berdasarkan  6 (enam) standar yang mendasari yakni 1. Basic index 5 %, 2. Position index 10%, 3. Competency index 5%, 4. Zona index 40%, 5. Performance index 30% dan 6. Scool quality index 5%.  Index tersebut merupakan cara atau perangkat untuk menentukan besaran score individu guru sesuai dengan beban kerjanya.

Jadi  index dasar, untuk penghargaan, sebagai insentif bagi seluruh guru yang standarnya diadopsi dari gaji pokok guru yang bersangkutan dengan ketentuan setiap Rp 100 ribu gaji pokok sama dengan 1 (satu) nilai index, guru honor dinas pendidikan gaji pokoknya disetarakan honor yang diterima.

“Tingkat pendidikan atau keterampilan yang tidak sesuai dengan posisi kerja guru tidak diakui dalam sistem ini, misalnya seorang serjana hukum bekerja sebagai guru maka keserjanaannya tidak berlaku kecuali mengambil akte IV,” katanya.
Dari hasil kajian itu, dia menyebutkan ada tiga (3) rumusan alternatif yang dihasilkan dan yang dipilih alternatif ke tiga yakni nilai terendah Rp850 ribu, nilai tertinggi Rp 2.019.269. Dengan demikian rata-rata kenaikan insentif guru secara keseluruhan mencapai 40 persen.

“Falsafahnya, bertambah baik kinerja guru, maka akan bertambah baik pula besaran remonerasi,” katanya.
Ditambahkan dia, dengan hasil tersebut akan memberikan keadilan, dalam artian tidak sama rata (rasional dan proporsional), berdasarkan hasil kinerja masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan serta tingkat standarisasi seklah. “Kinerja lebih baik akan memperoleh insentif lebih besar,”. Pungkasnya. (vb/ir)

Respon Pembaca

3 Komentar untuk "Insentif Guru Kukar Naik Rata-rata 40 Persen"

  1. ahmad yani on Wed, 9th May 2012 8:50 am 

    wah mantap men, gajih naik, insentif juga naik……….. sudah seharusnya guru mendapatkan nilai lebih seperti itu. kalu ada presiden pasti ada gurunya. betulkan….? WAJAR DONG GURU DI BERI TUNJANGAN YANG LEBIH BANYAK……

  2. Budianto,S.Pd on Mon, 4th Jun 2012 7:53 am 

    guru harus lebih profesional lagi dalam KBM dikelas karena kebutuhan sudah dipenuhi semua.Terima Kasih untuk Pemkab Kukar

  3. muhammad on Thu, 16th Jan 2014 8:53 am 

    Terima kasih kepada pemkab kukar yang memenuhi rasa keadilan keada para guru,.semoga pendidikan dikukar lbh maju dan membawa berkah.amin.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.