Hudoq, jadi ‘Magnet’ Lomplai

April 24, 2010 by  
Filed under Berita

SANGATTA-vivaborneo.com, Upacara adat Wehea Lomplai yang digelar etnis Dayak Wehea di Desa Nehes Liah Bing merupakan rangkaian rasa syukur setelah melakukan panen padi. Selasa
(20/4) lalu salah satu upacara adat yang menampilkan tarian hudoq yang menjadi
‘magnet’ bagi warga dan pengunjung acara tersebut.Acara yang digelar di lapangan sepakbola dengan menampilkan sejumlah tarian,
termasuk tarian hudoq yang dibawakan sebagian warga Wehea di desa Nehes Liah Bing.
Melalui ritual tertentu, tarian hudoq ini dipercaya warga setempat bisa menyembuhkan
penyakit.

Sebelum tarian hudoq disajikan, siang harinya dilakukan ritual perang-perangan di
sungai Nehes Niah Bing. Acara yang cukup ramai dan banyak ditonton masyarakat baik
lokal maupun pendatang ini, dilanjutkan dengan simburan yang memeriahkan rangkaian
acara Lom Plai di desa itu.

“Bagi pengunjung tidak boleh marah jika disiram dengan air. Bahkan setiap pengunjung
juga tidak boleh marah apabila mukanya dicoret dengan arang hitam. Ini sudah
merupakan budaya setiap lomplai digelar, terutama setelah tarian perang-perangan
tersebut,” kata ketua Adat Wehea Lie Dji Tak.

Selain wisatawan lokal, ada juga wisatawan mancanegara yang ikut hadir menyaksikan
upacara adat Lomplai tersebut. Mereka berasal dari berbagai Negara. Dengan riang
gembira, wisatawan asing itu menikmati hiburan yang jarang ditemukan di daerah lain.
Bahkan saat tarian hudoq disajikan di lapangan sepakbola, banyak warga yang menyaksikan ritual tersebut. Acara dipimpin tetua adat setempat dengan menggunakan bahasa Dayak Wehea. Kemudian ketua Ada Wehea Lidjie Tak menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, guna mempermudah masyarakat bisa mengerti maksudnya.

“Kegiatan seperti ini bisa diagendakan untuk ‘dijual’ ke masyarakat luar, sehingga
minat wisatawan dating ke Kutim khususnya di Muara Wahau bisa lebih besar lagi,”
kata Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Gamawan Dwi Susilanto.

Pernyataan ini juga mendata dukungan Kepala Badan Lingkungan Hidup Didi Suryadi yang
ikut hadir pada acara ritual lomplai dan tarian hudoq tersebut. Bahkan Didi dan
Gamawan ikut menari bersama penari lainnya di lapangan bersama anggota rombongan
lainnya. (vb-wrd)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.