Hingga 2009 Telah Dibangun 315 Rumah Layak Huni

February 21, 2010 by  
Filed under Berita

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang termasuk dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Disnakertrans telah  melaksanakan program penataan penduduk, dengan membangun perumahan sederhana yang layak huni bagi keluarga miskin.

Dalam laporannya saat acara penyerahan Rumah Layak Huni di Desa Saliki Kecamatan Muara Badak, Kepala Disnakertrans HM Nasir Umar mengatakan bahwa sampai tahun 2009 telah diangun  315 unit rumah layak huni. Hal tersebut masih jauh dari rencana dan strateginya yaitu 2.500 unit rumah layak huni.

“Dengan kata lain baru terealisasi sebesar 12,6 persen. Sisanya sebesar 87,4 persen belum dapat direalisasikan karena keterbatasan alokasi dana APBD Kukar untuk program ini,” papar HM Nasir.

Dikatakannya, bahwa sebenarnya pada tahun 2009 hingga 2010 ini sudah bertumpuk permohonan dari Kepala Desa melalui Kecamatan yang ada di Kukar  tentang pembangunan rumah layak huni tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah permohonan itu bisa terakomodasi atau tidak.

HM Nasir mengimbau agar masyarakat jangan terlalu berharap tentang pembangunan rumah layak huni itu, karena anggaran Pemkab tidak hanya untuk satu Kecamatan, tetapi harus mengakomodir 18 Kecamatan dengan berbagai macam program prioritas lainnya.

“Jadi harus disyukuri apa bila pada satu desa sudah dibangunkan beberapa rumah. Contonya seperti di Saliki ini,” ujarnya.

Selanjutnya Nasir berharap dukungan sepenuhnya oleh seluruh Stakeholders agar pembangunan Rumah Layak Huni bagi gakin ini dapat direalisasikan sekaligus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkannya. (vb/heru)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.