Guru Harus Kuasai ICT

October 26, 2009 by admin  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com, Guru professional adalah guru yang juga mampu menguasai tehnologi informasi dan komunikasi. Tuntutan ke depan bahwa guru harus mampu menyusun dan mengembangkan program pembelajaran yang memanfaatkan tehnologi informasi dan komunikasi (Information Communication Tehnology) atau ICT.

Tak bisa dipungkiri perkembangan era masa kini sangat dipengaruhi  pesatnya laju tehnologi informasi. Karena itu,  para guru selayaknya lebih bisa memahami tehnologi informasi dan komunikasi secara baik dan tepat untuk mendukung pengembangan metode dan materi pembelajaran yang baik sesuai standar pendidikan nasional.   “Kompetensi  guru harus terus ditingkatkan, demikian pula dengan kompetensi dalam hal penguasaan tehnologi informasi dan komunikasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Syafrudin Pernyata saat menutup Pendidikan dan Latihan Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis ICT, di Hotel Mesra Indonesia di Samarinda, belum lama ini.

Pelaksanaan diklat ini sesuai dengan tuntutan Undang-Undang Nomor 14 tentang guru dan dosen, juga sejalan dengan PP Nomor 19 Tahun 2005. Diklat ini pun merupakan bagian dari program aksi Kaltim Bangkit bidang pendidikan kebijakan prioritas peningkatan mutu dan relevansi pendikan.

“Diklat ini dimaksudkan agar para guru mampu menguasai ICT yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membantu proses belajar mengajar menjadi lebih maksimal sesuai kondisi kekinian,” jelas Syafrudin.

Dari sekitar 58 ribu guru yang ada di Kaltim hanya sebagian kecil guru yang sudah melek ICT. Padahal, tehnologi komunikasi dan informasi adalah sesuatu yang hampir tak bisa dielakkan dan harus dipenuhi.  Apalagi, sesuai tuntutan UU Nomor 38 Tahun 2007 dimana setiap kabupaten dan kota harus memiliki satu sekolah unggulan, maka kemampuan penguasaan ICT menjadi hal yang seharusnya dipenuhi.

Diklat juga ditujukan untuk peningkatan keterampilan guru mata pelajaran RSBI dalam memanfaatkan ICT untuk mengembangkan materi pokok pembelajaran dari mata pelajaran yang diasuh guru mata pelajaran.  Selain itu, guru diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk  melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif berbasis ICT.
“Tak kalah penting dari diklat ini diharapkan ada peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan ICT bagi kepentingan menyusun soal, penilaian atau pengolahan hasil pembelajaran” jelas Syafrudin.

Diklat digelar di Mesra International Hotel, diikuti 234 guru dari 14 kabupaten kota se-Kaltim dengan prioritas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).  Diklat dilaksanakan pada 19-24 Oktober 2009.
Saat ini, di Kaltim sudah ada 10 SMP dan 8 SMA berstatus RSBI. Beberapa diantaranya merupakan sekolah swasta yang ada di Bontang dan Balikpapan, seperti SMP KPS Balikpapan, SMP-SMA YPK Bontang dan SMP YPPDP Bontang.
Upaya peningkatan kualitas guru di Kaltim masih akan dilaksanakan hingga akhir tahun ini. Diantaranya, November 2009 akan digelar  tes kompetensi mata pelajaran SD, SMP, SMA dengan peserta tidak kurang dari 2000 guru se Kaltim. Tes ini untuk menjaring data mengenai kompetensi guru mata pelajaran di tiap daerah.  Kemudian studi tehnis ke Surabaya dan Malang mengikutsertakan kepala sekolah dan guru Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan pengelola UKS dengan jumlah guru sekitar 30 orang. Selain itu, juga akan digelar studi tehnis ke beberapa RSBI di Kaltim seperti yang ada di Samarinda, Balikpapan, Tarakan dan Bontang.  (vb-03)

Baca juga :

  • Kondisi Keuangan Kukar Semakin Membaik
  • Musrenbang Regional Kalimantan
  • “Munajat Cinta” Dihargai Rp50 Juta
  • Blok Ambalat, Simpan Cadangan Minyak Baru
  • Sekda Kukar Pimpin Rapat Erau
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

online counter