Gubernur Resmikan Topping Off Buddhist Centre

June 21, 2010 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA-vivaborneo.com, Gubernur Awang Faroek Ishak mengajak masyarakat Kaltim kembali memahami Pancasila dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung  dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sila atau dasar yang patut menjadi acuan adalah sila  Ketuhanan Yang Maha Esa.Berbagai perubahan sikap mental dan moral yang terjadi di masyarakat saat ini  menurut gubernur diantaranya juga sangat dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi. Kondisi ini  memang  sulit  dihindari.  Tetapi kemajuan teknologi hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai pendorong demi kemajuan pembangunan di masyarakat.

“Manfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk kebaikan, mendukung pembangunan dan mendukung perjuangan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menahan dan menghindari dampak-dampak negatif kemajuan teknologi itu adalah dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” kata Gubernur Awang Faroek pada acara Topping Off Buddhist Centre Provinsi  Kaltim (Pusdiklat dan Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda), Senin (21/6).

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga mengimbau umat Budha di Kaltim untuk berperan serta dalam pembangunan di Kaltim, berbuat baik, tolong menolong dan selalu hidup dalam suasana yang rukun dan damai. Keberadaan Buddhist Centre menurut gubernur akan membantu upaya pemerintah dalam pembangunan, setidaknya dalam hal penyiapan sumber daya manusia yang berakhlak sesuai keyakinan dan kepercayaan ajaran Budha.

Di lokasi Buddhist Center Provinsi Kaltim tersebut  Gubernur Awang Faroek Ishak bersama Dirjen Bimas Budha Kementerian Agama Republik Indonesia, Drs Budi Setiawan  melakukan peresmian pemasangan atap pusat pendidikan dan pelatihan umat Budha  tersebut. Turut mendampingi gubernur pada acara tersebut antaralain Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Ir Irianto Lambrie, Wakil Walikota Samarinda Syahari Jaang, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, H Asmuni Ali dan Sekjen Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi), Maha Pandita Citrasurya dan ketua panitia, Herry Wijaya.

Buddihst Centre ini dibangun sejak November 2008 dengan perkiraan dana total sekitar Rp15 miliar. Proses pengerjaan  Buddhist Centre ini telah mencapai tahap 70 persen. “30 persen  pembangunan yang masih harus diselesaikan, mudah-mudahan bisa segera dituntaskan,” ujar gubernur diakhir sambutannya. Usai menekan tombol pemasangan atap, gubernur dan tamu undangan lainnya juga langsung melakukan penanaman pohon di sekitar kompleks Buddhist Centre tersebut. (vb/sam)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.