Empat Sekolah Ikuti Lomba UKS Nasional

June 11, 2012 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – vivaborneo.com, Empat sekolah di Kaltim  dari  masing-masing jenjang pendidikan  mengikuti Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Nasional. Sekolah-sekolah itu adalah Taman Kanak-Kanak (TK) Yabis Bontang, Sekolah Dasar (SD) Negeri KPS Balikpapan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Bulungan dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Samarinda.“Tahun lalu, untuk masing-masing jenjang pendidikan pada Lomba UKS tingkat Nasional menduduki peringkat 7.  Saya berharap  tahun ini Kaltim masuk 3 besar,” kata Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy saat pertemuan dengan Tim Penilai UKS tingkat Nasional di Samarinda, Jum’at (8/6).

Menurut Farid, prestasi Kaltim di ajang nasional khususnya untuk bidang pendidikan cukup banyak, karenanya untuk UKS tingkat nasional ini hendaknya menjadi perhatian seluruh pihak untuk mensukseskannya.
Apalagi ujarnya, untuk lomba UKS ini merupakan salah satu ikon yang menunjukkan budaya bersih dan sehat yang diterapkan masing-masing sekolah di kabupaten dan kota. Sehingga  budaya bersih dan sehat itu akan menjadi kebiasaan bahkan prilaku anak-anak sekolah sejak usia dini hingga dewasa.

Selain itu, sebagai kebanggaan atas keberhasilan sekolah meraih prestasi tingkat nasional ini nantinya, maka tropi UKS tersebut diarak keliling kota bahkan haruslah menjadi kebanggaan bagi Kaltim.

“Melalui lomba UKS ini, maka mampu memacu pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan pelayanan dan penyediaan fasilitas kesehatan bagi masyarakat, sekaligus memicu rasa sadar masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah. Apalagi telah ditetapkan program prioritas untuk menuju Kaltim Sehat 2014,” harap Farid.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengharapkan agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota melalui jajarannya khususnya dinas pendidikan setempat dapat mendukung kesuksesan program UKS di lingkup sekolah masing-masing.

“Program UKS selain untuk lomba juga sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan sekolah, gizi anak didik serta ilmu pengetahuan dan kesehatan. Maka, keterlibatan pemerintah daerah, dinas terkait, masyarakat, guru dan sekolah serta orang tua sangat mutlak diperlukan,” ujar Musyahrim.

Tim  penilai tersebut melibatkan empat kementerian terdiri dari tujuh orang penilai masing-masing Dr Dharmawali Handoko (Ketua Tim Penilai dari Kementerian Kesehatan), Anjar Purwani dan Lin Partini (Kementerian Kesehatan), Abdul Muin (Kementerian Agama), Rumintang BR Sinaga (Kementerian Dalam Negeri) serta Arpan Prasetyo dan Muhammad Aljufri (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). (vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.