Dirut RSUD AWS Samarinda Dilantik

July 18, 2013 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – vivaborneo.com, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak meminta secara tegas seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) harus sudah dipersiapkan untuk akreditasi standar internasional (Joint Commision Internasional/JCI). Hal tersebut merupakan target pembangunan bidang kesehatan Kaltim yang harus mampu memberikan pelayanan kesehatan berkelas dunia.

“Paling tidak kita harus mampu mewujudkan tekat menjadi yang terbaik di luar Jawa dan Bali seperti yang tercermin dalam visi pembangunan kesehatan “Kaltim Sehat 2013″. Yakni ”Kesehatan bagi semua menuju terwujudnya derajat kesehatan masyarakat Kaltim terbaik di luar Jawa dan Bali” sebut Gubernur Faroek sesaat setelah melantik dan mengambil sumpah jabatan Dirut RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dan Wadir RSUD Kanujoso Djatiwibowo (KD), di Pendop Lamin Etam Gubernuran Kaltim, Samarinda, Kamis (18/7) pagi.

Untuk diketahui, Dirut RSUD AWS dijabat Rachim Dinata Marsidi meninggalkan jabatan lamanya Wadir RSUD KD. Sementara yang menggantikannya sebagai Wadir RSUD KD, Agung Dwi Kurianto. Pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Eselon II dan III lingkup Kaltim tersebut dihadiri seluruh Asisten Sekprov Kaltim dan Kepala SKPD lingkup Kaltim.

Berkaitan itu, Gubernur mengharapkan setiap rumah sakit, khususnya RSUD AWS dan RSUD KD melakukan pembenahan-pembenahan di bidang manajemen dan kualitas, pemerataan serta keterjangkauan pelayanan kesehatan.

Masalahnya, meskipun Rumah Sakit telah terdapat dihampir semua kabupaten/kota dan Puskesmas telah terdapat diseluruh kecamatan se-Kaltim, namun kualitas pelayanannya masih perlu terus ditingkatkan.

Kondisi tersebut dipengaruhi pula dengan terbatasnya jumlah serta distribusi tenaga kesehatan (dokter, perawat dan para-medis lainnya) yang tidak merata.

“Sebagai gambaran. Ketersediaan tenaga medis di Kaltim pada 2012 meliputi dokter umum 1.012 orang, dokter spesialis 357 orang, dokter digi 323 orang dan bidan 1.659 orang serta perawat 5.777 orang. Namun penyebarannya di kabupaten/kota se-Kaltim tidak merata. Sebagian besar masih terkonsentrasi di daerah perkotaan,” katanya.

Berbagai permasalahan tersebut dan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, termasuk SDM kesehatan yang belum merata sesuai jenis dan jumlahnya, maka diperlukan upaya yang sungguh-sungguh. Karenanya pihaknya megapresias tinggi pada upaya yang dilakukan RSUD AWSselama ini karena mengangkat Visi

“Menjadi Rumah Sakit Rujukan Pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan Penelitian yang Terbaik di Kalimantan”.

Selain itu, Gubernur juga merasa bangga karena ternyata RSUD AWS juga sebagai tempat pendidikan klinik spesialis Orthopedi Fakultas Kedoteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, melaksanakan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk PPD Bedah, dan bekerjasama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan Fakultas Ke-dokteran Unair untuk PPDS Bedah Otrhopedi dan Traumatologi.

“Saya berharap kerjasama tersebut terus ditingkatkan dan type RSUD AWS sebagai Type B Pendidikan, bisa dikembangkan atau ditingkatkan lagi menjadi Type A Pendidikan, meskipun hal ini tentunya diperlukan kesungguhan dan kerja keras untuk mewujudkannya,” katanya.

Awang Faroek juga menyampaikan harapan serupa pada RSUD KD agar terus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Apalagi Pemprov Kaltim telah menetapkan kebijakan bahwa kedua RSUD Provinsi (RSUD AWS Samarinda, RSUD KD Balikpapan dan RSUD Tarakan) terakreditasi 16 pelayanan dan RS di kabupaten/kota se-Kaltim terakreditasi 12 pelayanan.

Terkait alasan memilih Dirut AWS, pihaknya mengaku yakin dengan sepak terjang Dokter Rachim. Selama menjadi Wadirut RSUD KD dinilai banyak membawa banyak perubahan dan keberhasilan. Salah satunya, menjadikan RSUD KD sebagai RS dengan pelayanan unggulan khusus penyakit stroke.

“Dengan pengalaman dan segudang prestasi tersebut diharap bisa membawa RSUD AWS menjadi RS kelas dunia atau go internasional,” harapnya.

Sementara Rachim tidak berjanji muluk. Pihaknya mengaku minimal siap menjadikan RSUD AWS menjadi RS terbaik di Kaltim.

“Karenanya pelayanan ke arah sana akan senantiasa kita tingkatkan. Terutama terkait kerjasama memberi layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Artinya sekalipun mengejar pelayanan kelas dunia, tidak mengabaikan pelayanan kelas 3,” akunya.

Pihaknya memiliki tekad kuad merubah pandangan masyarakat yang menilai RS pemerintah kumuh, jelek dan dengan pelayanan tidak ramah.

“RSUD AWS ini kan sudah punya peralatan terbaik di Kaltim. Kemudian SDM nomer 1. Kenapa tidak bisa jadi RS nomer 1 ?. Kalau tidak bisa berarti manajemennya kurang baik dan perlu dibenahi,” tegasnya.

Kedepan RS pemerintah harus mampu bersaing dengan RS swasta. Paling tidak, kata dia, dengan berbagai peralatan dan SDM yang dimiliki harus mampu memberi jaminan pelayanan kesehatan masyarakat untuk tidak perlu berobat ke luar daerah. Apalagi ke luar negeri.

“Mungkin perawat di RS pemerintah hanya kurang senyum. Ini yang harus dibenahi. Human personalnya harus dirahkan dengan baik. Pelayanan kesehatan VIP dengan kelas 3 harus sama. Yang membedakan hanya akomodasinya. Karena SOP nya begitu. Tidak ada perbedaan penanganan kesehatan,” tukasnya.(vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.