Dinas Peternakan Kaltim Akan Bantu Alat Biogas

October 11, 2012 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Pemanfaatan limbah atau kotoran hewan (kohe) saat ini masih belum optimal. Karenanya, agar limbah tersebut dapat termanfaatkan bagi petani, Dinas Peternakan (Disnak) Kaltim akan membantu 125 unit peralatan untuk biogas kepada masyarakat.

“Pengembangan biogas dari kotoran hewan sapi sangat strategis dilakukan bagi petani peternak di Kaltim dan Disnak akan memberikan bantuan untuk biogas itu sekitar 125 unit,” ujar Kepala Disnak kaltim H Syaiful Akhyar, Senin (8/10).

Menurut Syaiful, berdasarkan hasil penelitian ternyata penggunaan biogas telah mampu menghemat pengeluaran rumah tangga untuk pembelian bahan bakar untuk memasak sebesar Rp15 ribu perhari dari petani peternak yang telah memiliki tiga ekor sapi untuk biogas.

Selain itu, pengembangan program biogas bagi rumah tangga akan mampu mengurangi perambahan hutan yang diidikasikan masyarakat merambah hutan atau mengambil kayu-kayu di hutan sebagai kayu bakar  untuk keperluan memasak di dapur secara tradisional masyarakat di pedesaan.

Sehingga program bantuan biogas bagi masyarakat pedesaan khususnya di sentra pengembangan ternak sapi akan sangat membantu dalam memenuhi kebuthan energi gas dari kotoran hewan ternaknya dengan biaya yang sangat rendah.

Program  ini dikategorikan sebagai program ramah lingkungan, sebab tidak menimbuilkan efek negatif bagi pelestarian lingkungan. Bahkan sebaliknya atau mampu mengolah kembali limbah atau kotoran hewan untuk hal yang sangat bermanfaat bagi rumah tangga petani peternak di pedesaan.

“Kotoran dan air seni sapi mampu dijadikan bniogas untuk keperluan memasak bahkan pembangkit listrik. Sedangkan sisanya atau ampas dari limbah pengolahan biogas itu dapat dijadikan penyubur tanaman atau pupuk organic, sehingga tidak ada yang terbuang ataupun menjadi limbah dimasyarakat,” jelas Syaiful.

Untuk 125 unit peralatan biogas iitu akan diberikan bagi enam kabupaten di Kaltim, diantaranya kabupaten Samarinda dan Penajam Paser Utara serta Kutai Timur, Nunukan dan Bulungan serta Kabupaten Paser.

Program bantuan biogas telah dilaksanakan sejak 2006 sekitar 7 unit, pada 2007 diberikan 15 unit dan 2008 meningkat 47 unit, sedangkan 2009 menurun hanya 37 unit karena keterbatasan anggaran dan 2010 diberikan 48 unit serta 2011 dibantu 36 unit, sementara itu 2012 dibantu sebanyak 60 unit berlanjut 2013 akan disalurkan 125 unit.(vb/mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.