Dinas Pertanian Kukar Kembangkan Demonstration Plot

July 28, 2010 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG-vivaborneo.com,  Untuk memajukan sentra pangan di Kutai Kartanegara, Dinas Pertanian Tanaman Pangan berusaha mendorong petani menuju swasembada sayuran dan buah dengan mengembangkan Demplot tanaman holtikultura dan sayuran. Hal ini bertujuan agar para petani khususnya yang ada di Tenggarong Seberang dan sekitarnya  atau masyarakat petani penggemar sayuran dapat lebih tertarik mengembangkan tanaman sayuran dan Holtikultura yang di kelola secara modern dan professional karena akan sangat menguntungkan dan meningkatkan ke sejahteraan masyarakat tani.Dalam panen perdana tanaman sayuran dan buah semunsim di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang  Rabu (28/07) di hadiri  Wakil Bupati Kutai Kartanegara Gufron Yusuf  mengatakan Panen perdana demplot tanaman sayuran/buah semusim sebanyak 29 varietas di kelompok tani Pringgondani Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan wujud lain dari sebuah pola budidaya pertanian dengan menggunakan lahan/kebun percontohan sebagai media usahatani.

Pola Demonstration Plot atau demplot yang biasa dikenal dalam budidaya pertanian dilakukan dalam rangka mencapai optimalisasi hasil produksi pertanian melalui plot-plot percontohan. Dari hasil-hasil ini tentunya dapat dilihat untuk kemudian dibandingkan bagaimana hasil budidaya sebuah komoditi pertanian yang diusahakan melalui plot-plot percontohan dengan pola budidaya secara konvensional/tradisional.

Ia juga mengatakan Budidaya pertanian dengan plot percontohan umumnya memberikan hasil yang lebih nyata baik secara kualitas/mutu produksi maupun kuantititas/tingkat produksi. Hal ini tidak lain karena budidaya dengan demplot umumnya diusahakan secara optimal dengan penggunaan bibit unggul, pengairan, pemupukan, pemberantasan hama penyakit dan penggunaan inovasi teknologi modern.

Melalui budidaya demplot dapat menjadi sebuah upaya yang baik sebagai pembelajaran bagi para petani tentang bagaimana cara berusahatani dengan baik dan benar. Sistem ini juga dapat menjadi contoh kepada para petani bahwa apabila diusahakan dengan maksimal Demplot akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara umum.

”Kalo inggin berhasil ya harus rajin dan berusaha,kalo malas-malas ya tidak dapat apa-apa, ini buktinya bahwa orang yang berusaha bisa mendapat hasil yang maksimal” ujarnya di tengah-tengah panen perdana buah dan sayur.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Hermawan Darus  mengucapkan penghargaan yang setinggi tingginya kepada para petani di Desa Manunggal Jaya yang telah berperan aktif mengelola Demonstration Plot atau demplot yang dapat menjadi inspirasi bagi para petani yang lain.

Selain itu Dinas pertanian dan tanaman pangan   yang menjadi fasilitator saat ini tengah berusaha mengembangkan tanaman sayuran dan holtikultura yang di kelola secara moderendan profesionalisme agar lebih ekonomis dan dapat meningkatkan pendapatan petani.

Persiapan lahan juga harus dilakukan agar dapat menghasilkan tanah yang baik sehingga dapat di gunakan semaksimal mungkin  dan juga Demonstration Plot harus digunakan oleh varietas yang memiliki komoditasatau nilai jual tinggi seperti cabai, tomat dan juga jagung.

”Pada panen perdana kali ini ada 29 varitas yang terdapat diDemonstration Plot, hanya mentimun saja yang sudah beberapa kali di panen tetapi yang lain baru kali ini di panen” ujarnya.

Sebagai informasi,  selain usaha demplot  tahun 2010 ini dinas pertanian juga sedang berusaha mengoprasionalkan kembali Rice Prosessing unit (RPU) dan juga dinas pertanian akan mengadakan kembali hand Traktor untuk pengelolaan tanah dan akan dikerjasamakan dengan kelompok tani dalam bentuk pinjam pakai walaupun jumlah yang mampu disediakan sangat terbatas. (vb/lina)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.