Dianggarkan Rp80 Miliar Untuk Entaskan Kemiskinan

April 1, 2009 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan

Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak, pada pertemuan Pemantapan Koordinasi Tugas Bidang Kesejahteraan Rakyat, di Ruang Tepian Kantor Gubernur (1/4) mengatakan Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan pada 2009 sebesar Rp80 miliar. Dari total anggaran tersebut, sebagian besar diarahkan untuk berbagai kegiatan dan penguatan serta peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan. Total anggaran Rp80 miliar itu digunakan untuk lima kegiatan, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan Rp20 miliar, peningkatan infrastruktur pedesaan Rp15 miliar, pembangunan dan pengembangan masyarakat desa tertinggal dialokasikan Rp15 miliar. Selain itu juga dianggarkan untuk program pengembangan kerjasama penerapan teknologi tepat guna Rp5 miliar dan pengembangan kelembagaan dan bantuan dana stimulan usaha ekonomi pedesaan disiapkan Rp25 miliar. Menurut Awang Faroek, angka kemiskinan di Kaltim dalam dua tahun terakhir cenderung bertambah seiring dengan kondisi ekonomi nasional dan dunia yang terpuruk sehingga berdampak pada kegiatan usaha di daereah itu.
Angka kemiskinan Kaltim pada 2006 mencapai 299.100 jiwa atai 10,57 % dari total penduduk, sedangkan pada 2007 meningkat jadi 324.800 jiwa atau 11,04% dari jumlah penduduk yang mencapai 3,024 juta jiwa.
“Pengurangan angka kemiskinan di Kaltim menjadi prioritas utama dan perlu dilakukan secara sinergis dengan kabupaten/kota sehingga dari tahun ke tahun jumlah warga miskin di daerah ini terus berkurang,” kata Awang Faroek.(vb-01/eko)


Respon Pembaca

2 Komentar untuk "Dianggarkan Rp80 Miliar Untuk Entaskan Kemiskinan"

  1. adrian hakim on Thu, 2nd Apr 2009 7:44 am 

    Kalo ada dana lebih, ga ada salahnya fokus biayai proyek2 usaha langsung di kantong2 kemiskinan di kaltim, misalnya industri makanan ternak & peternakannya dll, apa aja lah yg bersifat labour intensif, jgn pikir keuntungan dulu, mrk sdh bisa kerja aja sdh Alhamdullilah bener

  2. adrian hakim on Thu, 2nd Apr 2009 7:47 am 

    Di daerah kumuh di Jkt Utara yg sering terendam banjir & akrab dg kemiskinan krn gdg2 pbrk dibangun menjepit pemukiman mrk , ketua RTnya pelopori ternak iken lele di empang2 buatan (pake plastik) di sktr pemukiman mrk yg lowong terbengkalai, skrg daerah itu trkenal sbg sentra produksi ikan lele

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.