Dalam Politik, Kaum Perempuan Masih Hadapi Persoalan Gender

June 7, 2010 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA-vivaborneo.com, Hambatan kaum perempuan yang berminat terjun ke dunia politik sering berbenturan dengan masalah budaya yang mempersoalkan masalah gender, di samping adanya faktor persaingan yang tidak sehat di internal partai politik, yang akhirnya menghentikan langkah perempuan tersebut berkiprah. Demikian dikatakan Kepala Badan Perempuan dan Keluarga Berencana Kaltim, Hj Ardiningsih, membacakan sambutan Gubernur Kaltim dalam pembukaan Musyawarah Daerah Kaukus Perempuan Politik Kaltim di Samarinda, Sabtu (5/6).Gubernur juga mengingatkan bahwa peran perempuan dalam politik telah sejajar dengan kaum laki-laki. Ini dibuktikan dengan berhasilnya perempuan keluar sebagai Bupati di Pemilukada Kutai Kartanegara 1 Mei lalu. ”Terhadap setiap penyelenggaraan Pemilukada, saya mengimbau agar kaum perempuan juga bisa berpartisipasi sebagai calon Bupati maupun Walikota. Jadi, saya tegaskan, kaum perempuan jangan ragu bila punya kemampuan, silakan maju,” ujarnya.

Sementara itu dalam Diskusi dengan tema “Perempuan Kaltim Menapak Ranah Politik dengan Etika dan Kualitas, anggota DPR asal Kaltim, DR Hetifah mengatakan masuknya perempuan ke kancah politik tidak merupakan kepentingan untuk membela kaum perempuan saja, tetapi lebih pada suatu kebersamaan dan keadilan.

“Tidak ada kepentingan golongan perempuan saja yang diperjuangkan, melainkan untuk kemajuan dan kepentingan bersama. Wanita sebagai penyeimbang dan sebagai pemberi warna dalam mengambil keputusan-keputusan yang sifatnya membela kaum marginal yang biasanya lepas dari pengamatan kaum laki-laki semisal advokasi untuk penyandang cacat, masalah perempuan di perbatasan, dan lain-lain,” ujarnya.

Hetifah menegaskan bahwa perempuan dan laki-laki di dunia politik memiliki kemampuan yang sama dan sejajar dalam pengambilan keputusan. “Politik merupakan bentuk pelayanan perempuan ke pada masyarakat. Dunia politik memang dunia yang keras, tidak sesuai dengan sifat perempuan yang lemah lembut, tetapi politik memerlukan perempuan sebagai penyeimbang keadaan,” jelasnya.

Pembicara lainnya, Asisten Bidang Pemerintahan, H Abdussamad mengatakan bahwa kaum perempuan memiliki kelebihan lain dari laki-laki dalam mengerjakan pekerjaan secara bersamaan. Menurutnya, kualitas perempuan sama dengan kualitas laki-laki. “Potensi yang ada ini tinggal bagaimana meningkatkan kualitas pemberdayaan (empowering) dan datangnya kesempatan,” jelasnya.

Musda yang diikuti oleh 112 peserta dari kabupaten/kota di Kaltim ini berjalan lancar dengan terpilihnya Hj Encik Widyani sebagai Ketua KPPI Cabang Kaltim periode 2010-2015.(vb/yoel)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.